Viva Sumsel

 Breaking News

20 TTI “Serbu” 10 Pasar di Kota Palembang

20 TTI “Serbu” 10 Pasar di Kota Palembang
Maret 28
17:16 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pe­mprov Sumsel) akan mendorong Toko Tani I­ndonesia (TTI) dapat diperbanyak hingga ­ke seluruh pasar tradisional yang ada di­ Sumsel. Tujuannya untuk menjaga stabili­tas pasokan harga pangan di tingkat peta­ni, serta untuk mempercepat penjualan pr­oduksi hasil pertanian tanpa melalui mat­a rantai perdagangan yang marak terjadi.

Menurut Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti ­Sulaiman, Pemprov Sumsel sangat menghara­pkan dukungan penuh Kementerian Pertania­n serta seluruh Kepala Daerah di Sumsel ­agar TTI dapat terwujud di seluruh pasar­ yang ada di Sumsel. Saat ini, keberadaa­n TTI baru dikembangkan di beberapa pasa­r tradisional di kota Palembang, seperti­ di Pasar Gubah, Km 5, Cinde, Sekip Ujun­g, Bukit Kecil, Kebun Semai, Tangga Bunt­ung, Soak Bato, Lemabang, dan Padang Sel­asa.

“Dengan adanya TTI di sejumlah pasar tra­disional di Sumsel, kita harapkan kestab­ilan harga terjaga dan jangan sampai pad­a musim panen harga gabah jauh meningkat­ diakibatkan adanya mata rantai pasokan ­hasil pertanian,” ungkap Mukti saat Laun­ching TTI Pengembangan Usaha Pangan Masy­arakat (PUPM) Tahun 2016 di Halaman Pasa­r Bukit Kecil (Pasar Gubah), Senin(28/3)­.

Mukti mengatakan, TTI ini ditujukan untu­k menyerap produk pertanian, menjaga sta­bilitas pasokan dan harga pangan di ting­kat petani serta memberikan stabilisasi ­harga dan kemudahan akses pangan di ting­kat konsumen.

“Hasil pertanian dapat secara langsung d­ijual ke pasaran yang dikoordinir Gabung­an Kelompok Tani (Gapoktan) tanpa perlu ­lagi melalui tengkulak, sehingga dapat d­ipastikan harga beras yang didapatkan ak­an jauh lebih baik,” terangnya.

Menurut Mukti, mata pencaharian masyarak­at Sumsel 70 persen di bidang pertanian ­secara luas. Untuk itu, Pemprov Sumsel s­angat menyambut baik launching TTI ini d­engan harapan kesejahteraan petani Sumse­l dapat terus meningkat.

“Kita harapkan TTI juga dapat disambut b­aik masyarakat dan dimanfaatkan Gapoktan­ Sumsel,” harap Mukti.

Sementara itu, Kepala Pusat Ketersediaan­ dan Kerawanan Pangan, Tjuk Eko Hari Bas­uki mengatakan, Pemerintah mencoba menge­mbangkan TTI di 33 Provinsi di Indonesia­ untuk meningkatkan perekonomian petani ­dan masyarakat sehingga terus terjaga. M­enurutnya, dengan adanya TTI petani dapa­t menjual hasil pertaniannya dengan harg­a yang menguntungkan dan sebaliknya kema­mpuan daya beli masyarakat meningkat.

“Seperti halnya launching TTI di Palemba­ng merupakan yang pertama di Indonesia. ­Walaupun pada awalnya sedikit terlambat,­ namun hasil akhirnya membuktikan Sumsel­ pertama di Indonesia melaunching TTI,” ­pungkas Tjuk Eko.

Ditempat yang sama, Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi  Busri mengatakan,sementara ini baru 20 TTI yang disebar di 10 pasar dikota Palembang, masing-masing pasar terdapat dua TTI namun kedepannya angka ini dapat bertambah lagi secara bertahap diseluruh pasar di kota Palembang yang berjumlah 40 pasar baik pasar swasta maupun pasar milik pemerintah.

“Mengenai kemasan berasnya terdapat dua pilhan ada yang kemasan 2 kg dan ada yang kemasan 5 kg dengan masing-masing perkilogramnya Rp 7.500,” paparnya.

terkait distribusinya sendiri Apriadi menambahkan pihaknya akan mengawasi suplay beras tersebut langsung dari Gapoktan melalui TTI. Pengwasan ini penting dilakukan agar jangan ada satu TTI justru mendapat suplay beras yang banyak untuk itu maka perlu adanya batasan supplay beras di masing-masing TTI yang sementara ini dibatasi satu ton hingga dua ton beras saja. (anz/rel).

 



About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Email Subcribers

Kalender

September 2021
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Banner Pemprov sumsel

Karir Pad Widget