Gagal 2 Kali Disuntik Mati, Napi Wanita di AS Kritis dan Jadi Sorotan Dunia

VIVA SUMSEL.COM, TENNESSEE –  Peristiwa tak biasa terjadi dalam sistem peradilan di Amerika Serikat. Seorang terpidana kasus pembunuhan di negara bagian Tennessee dilaporkan masih hidup setelah menjalani dua prosedur hukuman mati.

Wanita tersebut diketahui bernama Christa Pike (50). Dilansir dari kantor berita AFP pada Jumat (2/10/2026), Pike langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis setelah prosedur yang dilakukan pada Rabu malam waktu setempat tidak berjalan sesuai rencana.

Pihak penjara menyebut Pike telah menerima dua dosis obat pentobarbital, namun ia tetap bertahan hidup.

“Informasi yang kami terima adalah bahwa ia berada dalam kondisi kritis dan sedang menerima perawatan medis,” ujar pengacara Pike, Randy Spivey, dalam konferensi pers virtual pada Kamis sore. Ia menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait kondisi kliennya.

Kondisi ini memicu perdebatan baru mengenai hukuman mati di AS.

Pengacara Pike mendesak Gubernur Tennessee Bill Lee untuk mengubah keputusan hukuman tersebut. Menurut Spivey, kliennya telah menjalani masa isolasi lebih dari 20 tahun.

“Setelah menjalani isolasi selama lebih dari 20 tahun, Christa telah menanggung hukuman yang sangat berat,” kata Spivey.

Sementara itu, para ahli hukum menilai kasus ini sebagai kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern hukuman mati di AS.

Direktur Eksekutif Death Penalty Information Center, Robin Maher, menyebut kasus ini berbeda dari kasus-kasus sebelumnya.

“Upaya yang gagal ini adalah yang terburuk yang pernah kami lihat dan berbeda dari kasus gagal lainnya di era modern,” ujar Robin Maher.

Pusat informasi tersebut mencatat sebelumnya ada tujuh kasus di mana eksekusi tidak dapat dilaksanakan karena kendala medis dalam pemasangan jalur infus. Namun Pike disebut sebagai orang pertama yang tetap hidup setelah prosedur pemberian dosis dilakukan.

Berita Lainnya  Progres Pembangunan Fly Over Sekip Ujung Capai 72,44 Persen, Febuari 2024 Soft Launching

Peristiwa ini pun menarik perhatian Presiden AS Donald Trump. Pada Kamis malam, Trump mempertanyakan bagaimana prosedur tersebut bisa gagal.

 

Editor : Muhardi Aanz

Pos terkait