Herman Deru Gandeng Sultan Muda Sumsel Bantu Korban Karhutla

VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Sultan Muda Sumsel tersebut berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel, Jumat (16/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak karhutla.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, Kepala OJK Provinsi Sumsel Arifin Susanto, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Sumsel Puri Andamas, Asisten Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Daerah Provinsi Sumsel Basyaruddin Akhmad, M.Sc., para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, serta perwakilan masyarakat terdampak karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung karhutla, terutama mereka yang mengalami penurunan pendapatan akibat berkurangnya aktivitas ekonomi.

“Ini adalah aksi kemanusiaan. Bukan sekadar mendukung atau merasa bangga bisa berbagi, tetapi bagaimana di tengah kesibukan, kita tetap berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut awalnya direncanakan untuk sekitar 1.000 penerima. Namun, jumlah penerima bertambah setelah dilakukan pendataan lebih lanjut. Koordinasi dengan sejumlah pihak juga dilakukan agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat terdampak.

Menurut Herman Deru, penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap. Setelah kelompok penerima awal mendapatkan bantuan, perhatian juga akan diarahkan kepada kelompok masyarakat lainnya yang turut merasakan dampak karhutla.

Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.

Berita Lainnya  Media Gathering “Buill a Great Sinergy Between PLN and Media 2018”

Menurunnya mobilitas, perubahan pola kerja, serta berkurangnya aktivitas perdagangan berpotensi menekan pendapatan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan sehari-hari.

Karena itu, bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat selama menghadapi situasi sulit tersebut.

Herman Deru menambahkan, beras dipilih sebagai bantuan utama karena merupakan kebutuhan pokok yang diperlukan setiap keluarga.

“Kenapa beras? Karena beras merupakan kebutuhan pokok. Walaupun jumlahnya tidak besar, mudah-mudahan bantuan ini tetap memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak karhutla,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sultan Muda Sumsel, HIPMI, serta seluruh mitra yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, semangat berbagi perlu terus dijaga, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

Kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla di Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antarkomunitas dan para mitra diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat bantuan dan dukungan kemanusiaan.

Pos terkait