Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Viva Sumsel

Digital Berita Bumi Sriwijaya

Viva Sumsel

Digital Berita Bumi Sriwijaya

  • BERANDA
  • Internasional
  • Nasional
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Muba
    • Ogan Ilir
    • OKI
    • Lahat
    • Lubuklinggau
    • Muara Enim
    • Prabumulih
    • PALI
    • Muratara
    • Musirawas
  • Palembang
  • Politik
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • BERANDA
  • Internasional
  • Nasional
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Muba
    • Ogan Ilir
    • OKI
    • Lahat
    • Lubuklinggau
    • Muara Enim
    • Prabumulih
    • PALI
    • Muratara
    • Musirawas
  • Palembang
  • Politik
  • Kriminal
  • Pendidikan
Subscribe
Close

Search

Headline UtamaSumsel

Rukyatul Hilal Ramadan dan Lebaran Dilaksanakan Dengan Protokol Kesehatan

By redaksi Viva Sumsel
07/04/2020 2 Min Read
0

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kementerian Agama (Kemenag) tetap akan melaksanakan rukyatul hilal penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1441 H di tengah pandemi Covid-19 yang kian mewabah. Hanya saja pelaksanaannya akan mengacu pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. HM. Alfajri Zabidi MM, M.Pd.I melalui Kasubbag Umum dan Humas Dr. H. Saefudin Latief M.Si menjelaskan, sesuai edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tertanggal 6 April 2020, Kemenag Sumsel akan melaksanakan rukyatul hilal Ramadan pada Kamis 23 April 2020 dan rukyatul hilal Idul Fitri pada Jumat 22 Mei 2020.

“Seluruh Kanwil Kemenag se-Indonesia diinstruksikan tetap melaksanakan rukyatul hilal sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pelaksanaan sidang isbat yang nantinya dilakukan Kementerian Agama. Namun teknisnya agak berbeda. Jika tahun lalu, siapa saja boleh menyaksikan atau mengikuti kegiatan rukyatul hilal, namun tahun ini rukyatul hilal dilakukan Kanwil Kemenag bersama Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah, instansi terkait, ormas Islam, dan tokoh masyarakat dengan dibatasi maksimal 10 orang serta menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan dan senantiasa menjaga jarak (physical distancing),” beber Saefudin.

Selama pelaksanaan rukyatul hilal, lanjut Saefudin, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian. Antara lain shalat hajat mohon keselamatan dan kelancaran, jumlah undangan dibatasi, antara area perukyat dan undangan dibatasi dengan batas yang jelas, di tempat rukyat disediakan sabun pencuci tangan atau hand sanitizer, instrumen rukyat dilap dengan kain yang dibahasi cairan disinfektan sebelum dan sesudah digunakan.

“Sebelum memasuki area rukyat, seluruh peserta akan diukur suhu tubuhnya. Satu instrumen baik theodolite, teleskop, maupun kamera rukyat, hanya untuk satu orang. Para peserta rukyat dilarang berkerumun di sekitar peralatan rukyat, dan terakhir bagi yang merasa kurang sehat tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan rukyat,” tuntas Saefudin. (anz)

Author

redaksi Viva Sumsel

Follow Me
Other Articles
Previous

Ika Utami Ditemukan Tewas Membusuk

Next

Siaga Covid-19, Pemdes Lunas Jaya Dirikan Posko Pemantau Keluar Masuk Desa

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Copyright 2026 — Viva Sumsel. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme