Akomodasi Asian Games 2026 Jadi Sorotan, Atlet Keluhkan Fasilitas Sempit

VIVA SUMSEL.COM, NAGOYA – Kebijakan panitia penyelenggara Asian Games 2026 Aichi-Nagoya untuk tidak membangun kampung atlet demi efisiensi anggaran kini menjadi perhatian. Keputusan tersebut berimbas pada kenyamanan para peserta yang harus menginap di lokasi yang tersebar.

Pada edisi kali ini, panitia memilih untuk tidak membangun satu kawasan khusus atlet. Sebagai gantinya, sekitar 17 ribu atlet dan ofisial ditempatkan di beberapa titik berbeda, seperti hotel, hunian modular, hingga kapal pesiar mewah Costa Serena yang bersandar di dekat venue.

Langkah ini sejak awal disebut sebagai upaya penghematan biaya penyelenggaraan. Namun setelah para kontingen tiba, sejumlah keluhan mulai muncul terkait luas kamar yang terbatas dan fasilitas tempat tidur yang dinilai kurang ideal untuk atlet yang akan bertanding.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Olympic Council of Asia (OCA), Husain Al-Musallam, menjelaskan bahwa pembangunan kampung atlet memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Menurutnya, risiko terbesar adalah nasib bangunan tersebut setelah pesta olahraga selesai.

Jika dipaksakan dibangun, ada kekhawatiran fasilitas itu akan menjadi bangunan tidak terpakai dan mubazir setelah upacara penutupan.

“Pada akhirnya kita harus bersikap praktis. Membangun kampung atlet memang terlihat bagus, tapi kita juga harus memikirkan pemanfaatannya setelah Asian Games berakhir,” ujar Al-Musallam seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/9).

Ia menambahkan, jumlah peserta yang membengkak menjadi salah satu pemicu. Semula panitia memprediksi hanya 15 ribu peserta yang hadir, namun angka itu naik setelah ada penambahan cabang olahraga baru.

Senada dengan itu, Kepala Komisi Koordinasi OCA untuk Aichi-Nagoya, Tayyab Ikram, menyebut kampung atlet bukanlah fasilitas yang wajib ada di setiap edisi Asian Games. Pihak penyelenggara juga mempertimbangkan kondisi pasar properti di Jepang agar tidak meninggalkan proyek yang sulit dimanfaatkan ke depannya.

Berita Lainnya  Indosat dan China Mobile Internasional Teken MoU Perluas Bisnis Komunikasi dan Digital

Selain isu akomodasi, panitia juga telah menyiapkan protokol cuaca. Wali Kota Nagoya, Ichiro Hirosawa, menegaskan bahwa pertandingan tetap berjalan saat hujan normal. Jika terjadi hujan lebat disertai peringatan darurat, atlet akan dievakuasi sementara. Sementara untuk antisipasi topan, kapal pesiar yang menjadi penginapan akan digeser menjauh dari bibir pantai. (Net)

 

Pos terkait