VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG –
Gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 resmi dimulai pada Senin (5/10/2026).
Sebanyak 561 siswa madrasah terbaik dari kabupaten/kota se-Sumsel bersaing ketat untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi tingkat nasional.
Ajang kompetisi sains dan akademik tahunan yang berlangsung selama dua hari pada 5–6 Oktober 2026 ini dipusatkan di dua lokasi utama, yakni MAN 3 Kota Palembang dan MTsN 2 Kota Palembang.
Dalam laporan resminya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel, A. Elhiqny, menyampaikan bahwa 561 peserta yang berkompetisi pada kategori individu merupakan utusan terbaik hasil seleksi yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan.
Rinciannya terdiri dari 102 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 153 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta 306 siswa Madrasah Aliyah (MA).
Adapun cabang mata pelajaran yang dilombakan meliputi Matematika Terintegrasi dan IPA Terintegrasi untuk jenjang MI; Matematika, IPA Terpadu, dan IPS Terpadu Terintegrasi untuk jenjang MTs; serta Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi untuk jenjang MA.
Elhiqny menjelaskan, penyelenggaraan OMI tahun ini bertujuan untuk mewujudkan madrasah yang unggul, bermutu, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memupuk semangat sportivitas dan akhlak mulia di kalangan siswa.
“OMI diselenggarakan untuk menyediakan wadah kompetisi dan kolaborasi bagi para murid dalam mengembangkan potensi di bidang sains dan riset.
Selain menumbuhkan semangat kompetisi yang jujur dan sportif, ajang ini diharapkan melahirkan siswa berprestasi sebagai duta madrasah yang mengharumkan nama bangsa,” ujar Elhiqny.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Syaifitri Irwan, dalam arahannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, jajaran Bidang Pendidikan Madrasah, serta MAN 3 Palembang dan MTsN 2 Palembang selaku tuan rumah.
Ia menegaskan bahwa OMI bukan sekadar ajang berburu piala, melainkan proses seleksi alami (natural selection) untuk menunjukkan kualitas nyata pendidikan madrasah.
“Kementerian Agama melahirkan OMI tidak hanya untuk menang atau juara, melainkan sebagai seleksi alami untuk meyakinkan dunia dan Indonesia bahwa madrasah mampu menyelenggarakan kegiatan besar yang berdaya saing tinggi,” tegas Syaifitri.
Lebih lanjut, Syaifitri menekankan bahwa madrasah saat ini telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan pilihan utama masyarakat.
Hal tersebut dibuktikan dengan melonjaknya peminat pendaftaran siswa baru serta pencapaian prestasi madrasah Sumsel di tingkat nasional, salah satunya MAN IC OKI yang berhasil menembus jajaran 10 besar nasional.
Penyelenggaraan OMI Tingkat Provinsi Sumsel 2026 ini berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 7023 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan OMI Tahun 2026.
Melalui ajang ini, Kanwil Kemenag Sumsel optimistis mampu mengutus wakil-wakil terbaik yang siap mengukir prestasi di tingkat nasional.
Hadir pada acara pembukaan ini antara lain Kabag Tata Usaha Taufiq, Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil Kemenag Sumsel, Kakankemenag Kabupaten/Kota se-Sumsel,
Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta anggota, serta para Kepala Madrasah Negeri se-Sumsel, dan siswa-siswi peserta OMI Tingkat Provinsi Sumsel.




![[1] M Stand](https://vivasumsel.com/wp-content/uploads/2026/10/1-M-Stand-200x112.jpg)




