Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Viva Sumsel

Digital Berita Bumi Sriwijaya

Viva Sumsel

Digital Berita Bumi Sriwijaya

  • BERANDA
  • Internasional
  • Nasional
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Muba
    • Ogan Ilir
    • OKI
    • Lahat
    • Lubuklinggau
    • Muara Enim
    • Prabumulih
    • PALI
    • Muratara
    • Musirawas
  • Palembang
  • Politik
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • BERANDA
  • Internasional
  • Nasional
  • Sumsel
    • Banyuasin
    • Muba
    • Ogan Ilir
    • OKI
    • Lahat
    • Lubuklinggau
    • Muara Enim
    • Prabumulih
    • PALI
    • Muratara
    • Musirawas
  • Palembang
  • Politik
  • Kriminal
  • Pendidikan
Subscribe
Close

Search

Headline UtamaPalembang

Dua Ramp LRT Palembang Masih Bermasalah

By redaksi Viva Sumsel
15/01/2019 2 Min Read
0

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dua dari 13 stasiun Light Rail Transit (LRT) Palembang masih memiliki permasalahan lahan untuk akses ke stasiun atau ramp. Dua stasiun tersebut yakni stasiun Asrama Haji dan stasiun Dishub.

Kepala Proyek Utama LRT Palembang, Masudi Jauhari, mengatakan, untuk membuat akses atau ramp tentu membutuhlan lahan. Namun, sampai saat ini dua stasiun tersebut lahannya belum dibebaskan.

“Stasiun Asrama Haji terdapat satu petak tanah yang bukti kepemilikannya tidak ada, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) belum bisa mengambil sikap, jikapun mau tukar guling juga dasarnya tidak ada karena kepemilikan tanah tersebut tidak jelas,” ucap Masudi saat diwawancarai diruang kerjanya, Selasa (15/1).

Sementara untuk di Stasiun Dishub Sumsel, dijelaskan Masudi, pihaknya masih kebingungan mencari lahan untuk membuat akses LRT di kawasan tersebut.

“Untuk stasiun Dishub kita berharap waktu itu berada di depan kantor perbankan wilayah situ, namun tidak mendapat izin. Kalau didirikan diatas trotoar, disitu terdapat banyak utilitas termasuk pipa induk PDAM, itu sulit untuk dipindahkan,” ungkapnya.

Untuk pengerjaan lainnya yang masih dikerjaakan sampai dengan saat ini yakni integerasi sinyal. “Jadi integerasi sinyal antara sarana dan prasarana supaya nanti otomatisasinya berjalan masih terus dikerjakan,” terangnya.

Sementara itu, untuk stasiun Palembang Icon yang dikeluhkan masyarakat karena bau sampah yang menyengat, PT Waskita Karya sudah mengirimkan surat ke pihak Dinas Kebersihan Kota Palembang dan Pemprov Sumsel untuk memindahkan tempat pembuangan sampah tersebut.

“Itu kewenangan Pemprov untuk memindahkan tempat sampahnya, bukan wewenang kita. Sudah dua bulan lalu suratnya dikirim ke Pemprov dan Dinas Kebersihan Kota,” ucap Masudi,” tambahnya.

Dengan masih adanya sisa pekerjaan tersebut, PT Waskita  Karya selaku pelaksana proyek pembangunan infrastruktur LRT Palembang menargetkan pertengahan tahun 2019 semua pekerjaan selesai.

“Deadline kita bulan Agustus untuk selesaikan semua infrastruktur yang belum kelar,” tutupnya. (anz)

Author

redaksi Viva Sumsel

Follow Me
Other Articles
Previous

ACT Berangkatkan Logistik Bantuan Untuk Korban Tsunami Selat Sunda Dan Lampung

Next

Sopir Angkot KM 5 Demo UPTD Tuntut Perpanjangan Izin Trayek

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Copyright 2026 — Viva Sumsel. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme