Dominasi BYD di Pasar Mobil Listrik Indonesia Tak Terbendung

VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Populasi mobil listrik BYD di Tanah Air menunjukkan pertumbuhan pesat.

Pabrikan otomotif asal Tiongkok ini berhasil mencatatkan akumulasi penjualan hingga ratusan ribu unit sejak pertama kali hadir di Indonesia.

Vice President BYD Co., Ltd sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti kuat posisi BYD sebagai pemimpin pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Pangsa Pasar EV Nasional Tembus 26 Persen

Berdasarkan data resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per September 2026, pangsa pasar kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia telah mencapai 26 persen dari total penjualan mobil nasional.

Angka tersebut diprediksi akan terus melesat hingga 60 persen pada tahun 2030 mendatang, seiring dengan dukungan insentif pemerintah dan semakin lengkapnya infrastruktur charging.

“Hingga September 2026, akumulasi penjualan BYD di Indonesia telah melampaui 110.000 unit. Kami menguasai sekitar 37 persen pangsa pasar mobil listrik nasional,” ungkap Liu Xueliang dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/10/2026).

Dengan perolehan tersebut, BYD resmi menjadi brand EV nomor satu di Indonesia, mengungguli kompetitor lain termasuk sesama merek asal China.

BYD Atto 1 Jadi Tulang Punggung Penjualan

Sepanjang periode Januari hingga September 2026, BYD membukukan angka wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler sebanyak 43.727 unit.

Kontributor terbesar datang dari model terbaru, BYD Atto 1. Hatchback listrik kompak ini bahkan dinobatkan sebagai mobil terlaris di Indonesia pada September 2026.

Data Gaikindo mencatat, BYD Atto 1 terdistribusi sebanyak 4.840 unit dalam satu bulan, mengalahkan penjualan mobil bermesin bensin konvensional. Hal ini menjadi sinyal bahwa kendaraan listrik kini sudah diterima luas oleh konsumen Indonesia.

Berita Lainnya  Penjualan Ponsel Lenovo Naik 300 Persen

Tidak hanya Atto 1, BYD juga memiliki amunisi lain seperti BYD Seal, Atto 3, Dolphin, dan BYD M6 DM yang semakin memperkuat penetrasi di berbagai segmen, dari city car hingga MPV listrik keluarga.

Pabrik BYD di Subang Jadi Kunci Pasokan

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BYD telah resmi mengoperasikan pabrik perakitan mobil listrik di Subang, Jawa Barat pada September 2026.

Fasilitas produksi lokal ini memiliki peran strategis untuk mempercepat pasokan unit ke konsumen, memangkas waktu inden, serta memberikan fleksibilitas dalam memenuhi lonjakan permintaan di kuartal IV/2026.

Langkah lokalisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang BYD dalam mendukung industri otomotif nasional dan program kendaraan rendah emisi pemerintah Indonesia.

Dengan total penjualan lebih dari 110.000 unit, tantangan BYD selanjutnya adalah menjaga konsistensi layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, dan jaringan diler di tengah persaingan mobil listrik China yang semakin sengit di Indonesia.

 

Pos terkait