Sumsel Darurat Asap Jarak Pandang 250 Meter, Pemprov Siapkan Operasi Dry Ice Pertama di Indonesia

VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dalam Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026.Rapat tersebut berlangsung di Griya Agung, Palembang, Rabu (14/10/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat percepatan pemadaman, mencegah kebakaran berulang, serta meningkatkan sinergi lintas sektor dalam menangani karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumsel.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI Diaz Faisal Malik Hendropriyono beserta jajaran terkait.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyampaikan perkembangan terkini penanganan karhutla di Sumsel sekaligus mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pengendalian kebakaran serta dampak kabut asap.

“Kabar baik sore ini, pesawat untuk operasi dry ice datang. Ini menjadi yang pertama kali di Indonesia. Kami merasa bangga dan diperhatikan karena pemerintah pusat hadir memberikan arahan serta bantuan yang memang sangat kami butuhkan,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, dukungan pemerintah pusat sangat penting mengingat karakteristik wilayah Sumsel yang luas dan memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi, terutama di kawasan lahan gambut.

Sumsel memiliki luas wilayah lebih dari 90.000 kilometer persegi, dengan luas perkebunan lebih dari 2,8 juta hektare, lahan pertanian lebih dari 700 ribu hektare, serta lahan gambut lebih dari 1,2 juta hektare.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan pendekatan khusus dan berkelanjutan.

Kebakaran di lahan gambut tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga berpotensi meninggalkan bara di bawah tanah sehingga memerlukan pemantauan dan pendinginan secara terus-menerus.

Pos terkait