Viva Sumsel

 Breaking News
  • Sambut Tahun Baru Dengan Garage Party Bersama THE 1O1 Palembang Rajawali VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Welcome Desember! Tidak terasa sudah memasuki akhir tahun 2017. Sudah siap dengan rencana pergantian tahun? Acara pergantian tahun menjadi sesuatu yang sangat special dan sudah menjadi...
  • Kerendahan Hati AY Calon Bupati Muara Enim VIVA SUMSEL.COM, Muara Enim – Ditengah-tengah kesibukan dalam menyongsong pemilukada 2018 mendatang, Ahmad Yani Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Muara Enim, masih menyempatkan diri untuk datang bersilatuhrami dengan warga Marlawai....
  • Pemprov Siapkan Enam Rumah Sakit Rujukan VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan sedikinya Enam Rumah Sakit (RS) rujukan sebagai sarana pendukung Asian Games 2018. Keenam rumah sakit tersebut adalah, Rumah Sakit...
  • 11 Puskesmas Masih Proses Akreditasi VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang terus berupaya menambah jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terakreditasi. Ada 40 Puskesmas yang tersebar di...
  • Malam Anugrah Keterbukaan Informasi Publik, Pemkot Palembang Raih Dua Penghargaan Sekaligus VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Komisi Informasi Publik Sumatera Selatan (Sumsel) mengelar Malam Anugrah keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2017 di Griya Agung Palembang, Jumat (8/12) malam. Beberapa instansi...

Dimas Kanjeng : Jin Saya Lari Terkena Gas Air Mata

Dimas Kanjeng : Jin Saya Lari Terkena Gas Air Mata
September 28
14:05 2016

Viva Sumsel.com – Surabaya, Ada cerita lucu di saat penangkapan pimpinan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Saat berada di kendaraan taktis barracuda, polisi meminta Kanjeng untuk mengeluarkan uang gaib. Tapi tidak bisa. Dimas Kanjeng berdalih jin ifrit-nya lari terkena tembakan gas air mata polisi.

“Informasinya kan dia bisa mendatangkan uang,” kata Kasubdit I/Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim AKBP Cecep Ibrahim, Rabu (28/9/2016).

Cecep menceritakan, ketika usai menangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokannya, polisi membawa tersangka kasus pembunuhan korban Abdul Gani–mantan pengikut Dimas Kanjeng, ke Surabaya dengan menggunakan kendaraan taktis (rantis) Baracuda.

Selama perjalanan dari Probolinggo ke Surabaya, penyidik yang mengawal dan berada dalam satu mobil dengan Dimas Kanjeng, iseng bertanya dan memintanya untuk mendatangkan uang hingga memenuhi seluruh ruangan rantis.

“Nggak bisa pak, saya pusing. Jin Ifrit saya juga lari,” ujarnya menirukan jawaban Kanjeng.

Kenapa lari? “Terkena (tembakan) gas air mata,” ujarnya.

Mendengar jawaban Kanjeng seperti itu, penyidik yang berada dalam satu ruangan tertawa.

Saat penangkapan, Dimas Kanjeng tidak melakukan perlawanan. Namun, pengikutnya yang tergabung dalam garda, melakukan perlawanan dengan melempar batu ke arah polisi. Polisi pun membubarkan konsentrasi massa di padepokan dengan mengeluarkan tembakan gas air mata  (detik.com)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment