Sumsel Darurat Asap Jarak Pandang 250 Meter, Pemprov Siapkan Operasi Dry Ice Pertama di Indonesia

Berdasarkan data pemantauan titik panas (hotspot) per 14 Oktober 2026, tercatat sebanyak 821 titik panas di Sumsel.

Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 625 titik, disusul Banyuasin sebanyak 126 titik dan Musi Banyuasin sebanyak 53 titik, sementara sisanya tersebar di sejumlah wilayah lain.

Herman Deru menjelaskan, sejumlah wilayah yang terdampak karhutla berada di kawasan yang mengelilingi Kota Palembang.

Oleh karena itu, penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman api, tetapi juga pada upaya mengurangi konsentrasi asap yang berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, Sumsel mengerahkan sekitar 12.710 personel dari berbagai unsur.

Mereka terdiri atas personel BPBD provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Manggala Agni, Satpol PP, kelompok tani peduli api, masyarakat peduli api, perusahaan, serta relawan karhutla.

Selain pemadaman melalui jalur darat dan udara, pemerintah juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hingga 13 Oktober 2026, operasi tersebut telah dilaksanakan sebanyak 75 sorti dengan total bahan semai lebih dari 70,4 ton , sesuai data yang disampaikan dalam rapat.

OMC dilakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah rawan karhutla, membantu proses pemadaman, mengurangi konsentrasi asap, serta mendukung perbaikan kualitas udara.

Meski berbagai upaya terus dilakukan, kondisi asap masih menjadi tantangan tersendiri. Jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang bahkan sempat mencapai titik terendah sekitar 250 meter pada pagi hari.

Berita Lainnya  Senin, Calon Peserta Didik SMAN 1 Dan SMAN 17 Ikuti Ujian Tertulis

Pos terkait