Viva Sumsel

 Breaking News
  • Pemprov Sumsel, BI dan DJPb Luncurkan Ekosistem GSMP-MBG VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan inovasi sinergi...
  • Sumsel Kembali Masuk Nominasi TPKAD Award 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Setelah berhasil meraih predikat TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera...
  • Sepang Panas ! Pebalap Muda Astra Honda Siap Tancap Gas VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Empat pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap kembali berjuang pada putaran kedua Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 yang akan digelar di Sepang...
  • BI Sumsel Cari Ide Cemerlang Lewat Lomba Esai SEF 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Bedah Buku dan Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 yang memasuki tahap Presentasi Finalis pada Rabu,...
  • HUT 55, Surya Semesta dan BATIQA Luncurkan CSR ‘Musi Berdaya’ di Palembang VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), induk usaha BATIQA Hotels, Perseroan melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk...

Targetkan 200 Ribu Kosakata

Targetkan 200 Ribu Kosakata
Agustus 19
12:55 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan selalu berupaya dalam penambahan dan pengembangan kosa kata bahasa Indonesia. Pengayaan dalam bahasa Indonesia itu perlu dilakukan secara terus menerus karena minimnya kosa kata bahasa Indonesia yang berasal dari Indonesia itu sendiri. Berangkat dari hal itu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bekerjasama dengan Balai Bahasa Sumsel mengadakan “Desiminasi Pengayaan Kosakata,”. Acara di gelar di Hotel Grand Atyasa, Jumat (19/8) dengan menghadirkan narasumber Kepala Badan Pengembangan dan pembinaan bahasa Kemendikbud RI, Prof. Dadang Sunendar, Kabid Pusat Pengembangan dan Perlindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud Dr. Dora Amalia serta Praktisi dan penggiat dalam penelitian bahasa-bahasa daerah Sumsel, Drs, Muslim Soleh Roni.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan pembinaan bahasa Kemendikbud RI, Prof. Dadang Sunendar mengatakan, Desiminasi pengayaan kosa kata ini bertujuan penyebaran informasi terkait pengayaan kosakata bahasa Indonesia karena jumlah kosakata di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) masih kurang sedangkan disatu sisi pada tahun 2019 Kemendikbud mentargetkan 200.000 kosakata bahasa Indonesia.

“Ini target yang cukup berat kita capai, sebagai catatan pada tahun 2014 saja jumlah kosakata yang ada di KBBI berjumlah 102.622 ribu,” ujarnya.

Maka dari itu,guna mencapai target tersebut maka pihaknya meminta agar setiap Balai Bahasa diseluruh daerah di Indonesia menyumbang minimal 1.000 pengayaan kosakata pertahunnya dan salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan acara “Desiminasi kosakata” ini.

“Sumsel cukup baik, berdasarkan informasi yang saya dapat tahun lalu Sumsel mampu menyumbang Pengayaan 1.034 kosakata, artinya Sumsel telah melebihi target meskipun ada daerah lain yang mampu melebihi angka itu atau bahkan kurang dari 1.000,” paparnya.

Sebetulnya, kata Dadang, masih banyak kosakata yang masih bisa digali lagi seperti dalam bidang kelautan sebab dengan kekayaan laut Indonesia yang luas pasti banyak tersimpan benda-benda didalamnya yang tentu saja memiliki nama-nama dan pada akhirnya menambah kosakata.

Sementara, Kepala Balai Bahasa Sumsel, Aminulatif mengatakan jumlah kosakata Indonesia masih minim jika dibandingkan dengan negara-negara lain,misalnya saja Inggris, dinegara itu kosakata bahasanya telah mencapai 20 juta.

Untuk itu, Aminulatif menambahkan, ada beberapa cara guna menjaring pengayaan kosakata bahasa Indonesia, diantaranya adalah sumber dari asing, sumber dari daerah dan partisipasi masyarakat.

“Meskipun Sumsel telah mampu melebihi target menyumbang minimal 1.000 kosakata namun diharapkan tahun ini dapat melebihi capaian pada tahun lalu dimana atau diatas 1.034 tadi,” ucapnya.

Dengan demikian diharapkan, masyarakat Sumsel lebih dapat mengaktikan lagi partisipasinya dalam program pengayaan kosakata ini karena seperti diketahui Kemedikbud kini telah meluncurkan aplikasi berbasis online agar masyarakat dapat memasukan kata-kata baru guna memperkaya khasanah kosakata bahasa Indonesia.

“Masyarakat cukup mengakses alamat web kbbi,kemedikbud.go.id kemudian ikuti petunjuk selanjutnya, untuk sementara dapat diakses oleh perangkat berbasis andoid namun dalam waktu dekat ini dapat bula menggunakan perangkat berbasis IOS,” tutupmya.(anz)

 

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Agustus 2016
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Banner PARTNERSHIP