Viva Sumsel

 Breaking News
  • Pemprov Sumsel, BI dan DJPb Luncurkan Ekosistem GSMP-MBG VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan inovasi sinergi...
  • Sumsel Kembali Masuk Nominasi TPKAD Award 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Setelah berhasil meraih predikat TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera...
  • Sepang Panas ! Pebalap Muda Astra Honda Siap Tancap Gas VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Empat pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap kembali berjuang pada putaran kedua Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 yang akan digelar di Sepang...
  • BI Sumsel Cari Ide Cemerlang Lewat Lomba Esai SEF 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Bedah Buku dan Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 yang memasuki tahap Presentasi Finalis pada Rabu,...
  • HUT 55, Surya Semesta dan BATIQA Luncurkan CSR ‘Musi Berdaya’ di Palembang VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), induk usaha BATIQA Hotels, Perseroan melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk...

Terbukti Curang, Kepsek Siap Mengundurkan Diri

Terbukti Curang, Kepsek Siap Mengundurkan Diri
Januari 16
18:56 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Adanya kesalahan baca oleh sistem dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 di SMAN 17 Palembang, membuat beberapa wali calon siswa berang dan kecewa. Pasalnya, pada awal data yang dimasukkan ke dalam website sekolah, sistem hanya membaca jumlah siswa yang diterima sesuai dengan kuota akhir bukan daya tampung asrama putra maupun putri.

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 17 Palembang Parmin mengaku, memang ada kesalahan baca sistem yang dilakukan oleh tim IT sekolahnya saat memuat hasil pengumuman tes PPDB pada Senin (15/1) kemarin. Dimana saat awal data diinput, sistem hanya membaca kuota akhir saja bukan daya tampung asrama dimana untuk putra hanya mampu menampung 182 orang dan putir 214 orang.

“Hasil yang sesungguhnya itu yang tertulis kemarin, sebab sudah sesuai dengan daya tampung asrama putra dan putri. Tidak usah menunggu dinerhentikan, saya siap mengundurkan diri bila terbukti ada kecurangan,” akunya saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Selasa (16/1).

Ia mengaku, jika dirinya sempat diancam dan diintimidasi oleh orangtua calon siswa yang tidak terima jika anaknya tidak lulus.

“Lama sekali saya meredakan itu semua. Sempat juga diancam dengan pisau dan parang, tapi saya tetap hadapi dengan bijak. Saya paham, secara psikis orangtua siswa pasti tidak terima,” ungkapnya.

Sekali lagi ia menegaskan, satu-satunya sumber kelulusan yang valid adalah yang ditempel di sekolah, baik SMAN 1 Palembang SMAN plus 17 Palembang.

“Kami hanya ingin pemahaman orang terhadap kuota asrama kita. Soal kelulusan yang diupload murni kesalahan sistem, yang tidak memisahkan kuota asrama,” pungkasnya. (Tj)

 

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Januari 2018
S S R K J S M
« Des   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Banner PARTNERSHIP