Viva Sumsel

 Breaking News
  • GENCAR 2.0 x BNI & OJK Sumsel Edukasi Ribuan Gen Z Anti Investasi Ilegal VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – GENCAR 2.0 (Gen LIMAS Collaborative Seminar) x BNI telah sukses diselenggarakan dengan tema “Smart Investing : From First Step To First Investment, Smart Investing For The...
  • Pemprov Sumsel, BI dan DJPb Luncurkan Ekosistem GSMP-MBG VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan inovasi sinergi...
  • Sumsel Kembali Masuk Nominasi TPKAD Award 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Setelah berhasil meraih predikat TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera...
  • Sepang Panas ! Pebalap Muda Astra Honda Siap Tancap Gas VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Empat pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap kembali berjuang pada putaran kedua Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 yang akan digelar di Sepang...
  • BI Sumsel Cari Ide Cemerlang Lewat Lomba Esai SEF 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Bedah Buku dan Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 yang memasuki tahap Presentasi Finalis pada Rabu,...

Masyarakat Korban Amoniak PT PUSRI Mengaku Masih Trauma dan Was-was

Masyarakat Korban Amoniak PT PUSRI Mengaku Masih Trauma dan Was-was
November 05
20:51 2018

VIVA SUMSEL.COM, Palembang  – Dampak dari pencemaran udara akibat bau Amoniak yang berasal dari PT. Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Kamis malam (2/10) kemarin membuat masyarakat di sekitar pabrik tepatnya yang berada di Jalan Sultan Agung RT. 012 dan 013 kelurahan 1 ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Sumatera Selatan mengaku Trauma dan was-was.

Hal ini di ungkapkan kepala Rukun Tetangga (RT) 13, H Zulkifli H.S kepada media yang menemuinya, Senin (6/11). Zulkifli mengatakan masyarakat yang berada di lingkungannya baik warganya RT 013 maupun yang berada di RT 012 yang mengalami dampak langsung dari pencemaran udara tersebut rata-rata mengaku Trauma dan was-was takut kejadian serupa terulang kembali.

“ Trauma ini dak pacak di katoke lagi pak, was-was jugo takut kalau kejadian serupa terjadi lagi saat malam hari, dimana warga saat itu sedang tertidur lelap dan tidak siap pasti akan banyak jatuh korban, karena ini menyangkut nyawa banyak orang,”ujarnya.

Diceritakan Zulkifli Mulanya, aktivitas warga berjalan seperti biasa, namun sekitar pukul 18.30 bau gas amonia yang berasal dari pabrik PT PUSRI yang begitu menyengat tercium warga dan membuat sesak napas, mual serta mata perih dan ada beberapa anak-anak dari RT 12 yang tidak kuat dan jatuh pingsan.

“Saat itu kami lagi di masjid yasinan tiba-tiba tencium bau amoniak yang luar biasa, bau amoniak dari pusri memang sudah biasa kami warga sekitar menciumnya namun kejadian malam kemarin itu sangat luar biasa, sangat tajam, air wudhu yang masih tersisah diwajah saya saat diusap seperti berbusa, ada rasa mual,mata perih dan sesak,”jelasnya.

Belajar dari kejadian ini Zulkifli berharap pihak PT PUSRI dapat membangun klinik yang siap 24 jam karena menurut warga kejadian seperti ini kapan saja bisa terjadi dan tidak dapat di prediksi sehingga jika terjadi seperti ini lagi dapat cepat di tangani.

“kalau ada klinik yang siaga 24 jam disini jika terjadi kejadian seperti kemarin kita warga bisa cepat berobat dan tidak sampai ada jatuh korban.”tegasnya.

Sementara Ketua RT 012 Abu bakar (57) saat di wawancarai media mengatakan,saat itu ada 27 anak-anak serta lansia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pusri untuk dilakukan perawatan malam itu Bahkan, beberapa warga sempat pingsan, akibat tak tahan mencium gas tersebut.

“Saya sempat sewa mobil, bawa istri dan anak ke Rumah Sakit Pusri, cucu saya juga dibawa kesana, karena napas sudah sesak, mata juga perih,” kata Abu bakar.
Usai mengantar cucu dan istrinya ke rumah sakit, tiga mobil ambulans PT Pusri pun baru tiba dilokasi untuk membawa 27 warga yang terhirup gas amonia. Setelah menjalani perawatan dan dinyatakan bisa rawat jalan, mereka kembali dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Sebetulnya tiap hari baunya begini, tapi tadi malam sangat menyengat. Bahkan, ada yang sampai pingsan dan hingga saat ini banyak warga yang mengaku masih trauma,”jelasnya.

Menanggapi hal ini Manager Humas PT Pusri yakni Hernawan L Sjamsudin saat di mintai tanggapannya mengatakan pihaknya saat ini sedang merapatkan permintaan warga pasca kejadian kemarin yang menginginkan adanya klinik 24 jam di sana.

Dan mengenai dampak dari kejadian kemarin Hernawan mengatakan pihaknya saat ini telah memberikan Pengobatan gratis yang bekerja sama dengan Rs. Pusri untuk menangani keluhan warga kelurahan satu ilir akibat pencemaran Amoniak PT. Pusri serta mendirikan tenda posko kesehatan dikelurahan satu ilir RT. 012 dekat masjid Sultan Agung pada Jum’at (2/11) yang dibuka hingga selasa (7/10).

“Selain memberikan posko kesehatan yang melayani pengobatan gratis terhadap warga di kelurahan 1 ilir, kita juga akan memberikan kopensasi terhadap 27 warga yang rata-rata anak-anak yang kemarin sempat di rawat di rumah sakit PUSRI, dan bentuk kopensasinya berupa apa saat ini masih dalam pembahasan pihak management,”tutupnya. (anz)

 

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

November 2018
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Banner PARTNERSHIP