PLN Harus Cepat Tanggap Disetiap Persoalan Yang Berimplikasi Pada Pemadaman Listrik
VIVA SUMSEL.COM, Palembang – General Manager (GM) PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi Dan Bengkulu (WS2JB) Daryono menerangkan khusus di cakupan wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu tidak ada lagi yang namanya pemadaman listrik akibat gangguan kekurangan daya meskipun terkadang masih terjadi hal itu lebih disebabkan adanya gangguan pada jaringan transmisi.
“Secara sistem pelayanan pembangkit kita sudah cukup dan kita sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan pembenahan, mudah-mudahan kedepannya kualitas pelayanan kita semakin baik” ujar Daryono pada peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 72 di kantor PLN Unit Induk Pembangunan Sumbagsel, Jalan Abdul Rozak, Palembang, Jumat (27/10).
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan PT.PLN WS2JB mulai memfokuskan pemasangan kabel bawah tanah khususnya di wilayah Sumsel bahkan program ini sebagian telah berjalan dan sebagiannya lagi tengah dalam proses tender, diharapkan proses pemasangan dapat selesai pada bulan Maret tahun depan.
“Sementara ini, pemasangan jaringan kabel bawah tanah difokuskan dulu di wilayah Sumsel khususnya kota Palembang dimana pemasangan akan di prioritaskan pada titik-titik strategis termasuk pula kebutuhan listrik untuk LRT” ucapnya.
Melalui HLN ke 72 dengan tema “Indonesia terang”, pihaknya juga memberikan diskon 72 persen khusus bagi pelanggan yang ingin tambah daya. Promo ini sendiri mulai berlaku mulai 15 Oktober hingga 31 Desember 2017.
“Promo ini berlaku bagi seluruh pelanggan PLN golongan tarif tegangan rendah dengan daya mulai 450 Volt Ampere (VA) hingga 197 kilo Volt Ampere (kVA),” ucapnya.
Sementara, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Selatan (Sumsel), Taufik Husni yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan hendaknya PT.PLN khususnya WS2JB bertindak cepat mengatasi masalah yang berimplikasi pada pemadaman listrik.
“PLN selalu lamban dalam mengatasi persoalan ini, alasan kekurangan anggaran selalu menjadi alibi jika ditanya masalah kelambanan itu,” ujar Taufik mengkritisi.
Satu lagi, dirinya meminta agar PLN WS2JB cepat tanggap terhadap pemadaman yang disebabkan oleh cuaca ekstrim seperti saat hujan lebat, belum lagi adanya pemadaman akibat kurang koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti beberapa waktu lalu dimana listrik padam yang belakangan dikatahui akibat kabel bawah tanah PLN “tercangkul” oleh eskavator proyek LRT.
“Kalau sebelumnya ada koordinasi kan tidak mungkin hal-hal seperti ini terjadi, listrik padam gara-gara kabel bawah tanah PLN putus oleh eskavator,” tuturnya (anz)









There are no comments at the moment, do you want to add one?
Write a comment