Dinkes Sumsel Targetkan 2,2 juta Anak Diimunisasi Campak Dan Rubella
VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk meningkatkan cakupan Imunisasi dasar maupun lanjutan dan mendukung pelaksanaan program eliminasi Measles Rubella (MR) di Indonesia, pengurus pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan RI dan WHO, serta atas dukungan IDAI Cabang menggelar seminar dan pelatihan “Advokasi untuk kampanye imunisasi MR fase II dan surveilans PD3 I”.
Pengurus Pusat IDAI, Dr. Santoso Soeroso, Sp. A(K) mengatakan seminar diadakan di 14 kota diluar pulau jawa meliputi kota Palembang, Lampung, Manado, Makassar, Pekanbaru, Jayapura, Pontianak, Medan, Kupang, Padang, Banjarmasin, Balikpapan dan Lombok. Untuk Palembang seminar dan pelatihan diadakan di Hotel The Zuri Kompleks Transmart dengan diikuti puluhan Dokter Spesalis anak, Dokter umum, Bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya, Minggu (22/7)
“Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyegaran kepada tenaga kesehatan lintas sektoral mengenai pelayanan imunisasi MR Fase II diluar pulau jawa, sehingga meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai surveilans PD3I,selain itu juga diharapkan membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan ilmiah berbasis bukti yang diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan orang tua dan masyarakat mengenai imunisasi,” jelas Santoso Soeroso.
Ia menambahkan program Imunisasi campak dan rubela (Measles & Rubella / MR) fase II di 28 Provinsi menargetkan 31.963.000 pada anak usia 9 Bulan – < 15 Tahun. Keberhasilan program ini sangat penting dalam pembangunan kesehatan anak di Indonesia.
“Oleh karena itu kita sebagai pemangku kepentingan Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Perawat Nasional Indonesia, Kementrian Kesehatan RI dan WHO berkomitmen untuk mensukseskan Program Nasional Imunisasi MR Fase II dan meningkatkan cakupan imunisasi MR serta program imunisasi rutin dan surveilans Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3 I) melalui pendekatan dalam bidang edukasi, advokasi, dan komunikasi, “imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel melalui Kepala Bidang P2P, Ferry Yanuar SKM mengatakan ada 2.236.000 anak yang menjadi sasaran imunisasi Campak dan Rubela yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Dari angka itu, Kota Palembang merupakan jumlah terbanyak dengan 401 ribu anak disusul Kabupaten Banyuasin dengan 250 ribu anak dan Kabupaten OKI dengan 220 ribu anak.
“Sumsel sendiri merupakan provinsi dengan jumlah sasaran imunisasi terbanyak ketiga diluar pulau jawa setelah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan,” ucapnya.
Dikatakan Ferry, sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi tersebut, Dinkes Sumsel akan bekerjasama dengan pihak sekolah agar lebih efektif, dengan demikian apabila pihak sekolah dilibatkan maka setidaknya 70 persen dari jumlah total yang ada di Sumsel tadi sudah bisa tercover imunisasi.
“Tahap prioritas kita akan libatkan sekolah mulai dari Paud, TK, SD dan SMP, setelah itu 30 persennya lagi baru diberdayakan melalui peran Puskesmas, Posyandu dan lembaga kesehatan lainnya,” ujar Ferry
Pria berkacamata ini menambahkan pemberian imunisasi Campak dan Rubela akan dilakukan mulai Agustus hingga September 2018. Seperti diketahui, Campak dan Rubela adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyebab campak adalah Morbilivirus, dan rubella disebabkan oleh golongan togavirus.
“Pemerintah berkomitmen kuat dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella,”pungkasnya (anz).









There are no comments at the moment, do you want to add one?
Write a comment