Viva Sumsel

 Breaking News

Backlog di Sumsel Capai 400 – 500 Ribu Unit

Backlog di Sumsel Capai 400 – 500 Ribu Unit
Maret 27
22:57 2019

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sumsel Mansyur mengungkapkan, saat ini backlock atau kebutuhan rumah di Sumsel mencapai 500 ribu unit, namun ada juga data yang menyatakan backlog mencapai 400 ribu unit. Karena datanya berbeda dilihat dari sisi kepemilikan dan hunian rumah.

Sedangkan, untuk rumah tidak layak huni di Sumsel mencapai 170 ribu unit, dan rata -rata berada di bantaran sungai. Ini berkontribusi pada angka kemiskinan, dan kawasan kumuh,” ujarnya saat diwawancarai usai Musda Pengembang Indonesia DPD Sumsel, Rabu (27/3/2019).

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk menekan back lock Kementrian PUPR sangat serius menangani hal tersebut. Pasalnya, ada dua Dirjen turun yakni penyediaan perumahan dan dirjen pembiyaan perumahan.

“Masalah penyediaan rumah ini terkendala untuk diperkotaan terkait harga lahan yang sangat tinggi. Pasalnya, kalau lahan di perkotaan itu selangit,” bebernya.

Mansyur menjelaskan, pembangunan rumah bersubsidi adalah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pembangunan rumah bersubsidi ini tetap harus memperhatikan tata ruang. Karena Perumahan sektor yang butuh ruang yang sangat banyak,” bebernya.

“Untuk kendala lahan itu luar biasa. Namun untuk perizinan lambat laun diperbaiki, apalagi di kabupaten dan  kota ada PTSP. Selain itu, Permendagri nomor 55 tahun 2017 menyatakan untuk mempermydah izin pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” tambahnya.

Untuk menurunkan angka rumah tidak layak huni, Mansyur menuturkan,  di provinsi ada bantuan stimulan rumah swadaya, dimana  17 kabupaten dan kota dapat bantuan itu.

Sementara itu, Ketua umum DPP Pengembang Indonesia Barkah Hidayat mengatakan, sebetulnya ditarget 70 atau 80% pembangunan rumah itu untuk MBR.

“Kita ingin di setiap daerah itu, target minimal satu hektar satu kecamatan dibangun rumah MBR. Kurang lebih 80 unit.Pengembang Indonesia tidak hanya deploper, namun juga pabrik semen, keramik dan stakeholder yang berhubungan dengan pembangunan rumah.

“Semua stakeholder bekerjasama untuk bisa membangun rumah MBR dengan jumlah lebih banyak,” bebernya.

Ketua DPD Pengembang Indonesia Provinsi Sumsel Miraj Barito menuturkan, pihaknya menargetkan tahun ini membangun 6.000 unit rumah bersubsidi atau untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Yang sudah dibangun 4000 lebih rumah, dan yang sudah akad 3400 rumah. Terkait pemerataan pembangunan dengan ketersediaan tidak ada masalah,” pungkasnya. (DNK)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Maret 2019
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Banner PARTNERSHIP