Merger Indosat – H3I, Transformasi IOH Menuju Perusahaan Telekomunikasi Kelas Dunia
VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Merger atau penggabungan bisnis bukanlah hal baru dalam sebuah dunia insdutri Telekomunikasi. Dengan kata lain, merger adalah keniscayaan untuk mewujudkan industri yang solid.
Di negeri jiran merger sesama bisnis telekomunukasi juga sudah dilakukan dimana Celcom berkolaborasi dengan Digi pada pertengahan tahun 2021. Begitu pula di India dimana Vodafone merger dengan Airtel.
Bagaimana di Indonesia, awal tahun 2022, PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) resmi melakukan merger. Penggabungan dua perusahaan telekomunikasi ini mengubah nama menjadi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Babak baru perjalanan bisnis IOH pun dimulai, IOH ingin memperkuat posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia serta menjadi pemain penting dalam ekosistem 5G dan transformasi digital bangsa.
“IOH akan menjadi pemain telekomunikasi penting dalam mendorong agenda transformasi digital Indonesia. Perusahaan akan terus berfokus pada misi intinya untuk memberikan pengalaman digital kelas dunia serta menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia,”ujar President Director Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, ( sumber : press release IOH, 4 Januari 2022)
Seakan ingin menunjukan kelasnya, IOH langsung menggeber capaian-capaian yang ingin diraih pasca merger. Dalam rentang tiga tahun mendatang (2025) IOH mentargetkan memperluas jaringan sebanyak 11.400 sites baru serta memperluas jangkauan jaringan ke 7.660 desa baru.
IOH mencatat ada peningkatan asset perusaahaan yakni jumlah BTS yang mencapai 19.500 BTS 4G di wilayah Sumatera.
Dari sisi pelanggan, impact progress merger tentu menjadi pertanyaan, seberapa besar hal itu bisa dirasakan, tentu saja, sebagai konsumen sudah pasti ingin mendapatkan benefit lebih,
IOH mengklaim pelanggan akan merasakan jangkauan jaringan yang lebih luas, layanan di dalam ruangan yang lebih baik, serta pengalaman internet yang lebih cepat.
Semangat merger membawa konsekuensi logis terhadap komitmen memperluas jaringan yaitu menghadirkan produk dan solusi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Produk tersebut adalah UCan yang telah meluncur 2 minggu sejak merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia.
UCan adalah produk digital loan atau pinjaman digital hasil kerjasama dengan Bank QNB.
“Kami akan terus memberikan marvelous experience bagi pelanggan kami sejalan dengan visi strategis IOH untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia,”tutur Vikram Sinha, ( sumber : press release IOH, 28 Oktober 2022).
PT Indosat Tbk menorehkan hasil mengesankan pasca aksi merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) pada awal tahun ini. Kinerja emite telekomunikasi itu terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Pada semester I – 2022, pendapatan Indosat tercatat sebesar Rp 22,53 triliun, naik 50,4% secara tahunan. Kenaikan pendapatan Indosat tersebut ditopang oleh kenaikan pada pendapatan selular yang mencapai 57,58% secara tahunan menjadi Rp 19,54 triliun per Juni 2022.
Sedangkan pada kuartal ke III, perjalanan bisnis IOH pasca merger terus menggeliat, IOH mencatat total pendapatan dan laba bersih sebesar Rp3,7 triliun pada 9B 2022.
IOH menganalisis, salah satu pendorong pertumbuhan kinerja di kuartal ketiga tahun ini akibat peningkatan pelanggan dan penggunaan data.
“Peningkatan 2,4 juta pelanggan seluler IOH pada kuartal ketiga 2022 mencerminkan kepercayaan publik terhadap merek kami dan memotivasi kami untuk terus menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia,”ujar Vikram Sinha, ( sumber : press release IOH, 27 Oktober 2022).
kinerja ISAT memang sudah menunjukkan profitabilitas sebelum merger bersama PT Hutchison 3 Indonesia (H3I). Kinerja emiten telekomunikasi itu terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
“Kinerja ISAT terlihat pada kuartal IV-2022, ISAT sukses membalikkan rugi bersih menjadi laba bersih. Padahal, dampak merger belum terasa karena baru beroperasi penuh sebagai perusahaan gabungan pada 4 Januari 2022,” ujar Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan. ( Sumber : Kontan.co.id 11 Oktober 2022).
Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Ltd memperkirakan pendapatan per tahun merger, hingga US$ 3 miliar atau sekitar Rp 42,78 triliun. Indosat dan Tri dinilai memiliki sinergi yang baik dari segi biaya dan juga infrastruktur.
PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk diperkirakan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia.
Lantas, bagaimana strategi bisnis IOH di tahun 2023, mengingat sejumlah pihak memprediksi tahun depan akan ada resesi global. Apakah kinerja sektor telekomunikasi tahun 2023 masih tetap tumbuh hingga 5 persen atau sebaliknya dan bagaimana startegi IOH menjalani operasional bisnis pasca merger di tahun keduanya, menarik untuk ditunggu.
Editor : Muhardi Aanz








