Viva Sumsel

 Breaking News

Pastikan Kesiapan Personel dan Fasilitas, Herman Deru Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026

Pastikan Kesiapan Personel dan Fasilitas, Herman Deru Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026
Maret 13
15:48 2026

VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, yang digelar di halaman Griya Agung, Palembang, Kamis (12/3/2026) sore.

Dalam apel tersebut, Gubernur Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Pada kesempatan itu, Gubernur Herman Deru membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergisitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026.

Dengan kesiapan tersebut diharapkan pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar.

Kapolri juga menyampaikan bahwa situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat, mulai dari konflik antara Israel dan Palestina hingga ketegangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Kondisi tersebut berdampak terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk gejolak harga minyak dunia yang berpotensi mempengaruhi nilai tukar rupiah, inflasi, serta daya beli masyarakat.

Meski pada 10 Maret 2026 harga minyak dunia sempat mengalami penurunan, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena situasi global masih belum sepenuhnya stabil.

Menyikapi dinamika tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif serta prinsip non-blok guna memitigasi dampak eskalasi global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.

Indonesia juga aktif mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel melalui pendekatan Two State Solution, serta membuka komunikasi dengan negara-negara kawasan Teluk, ASEAN, dan negara Barat untuk mencari solusi atas konflik yang terjadi.

Di sisi lain, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk memperkuat diplomasi perdagangan guna membuka peluang bagi dunia usaha dan industri nasional sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Pemerintah juga menjaga stabilitas harga energi melalui kebijakan subsidi.

Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi sehingga masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

Lebih lanjut disampaikan bahwa perayaan Idulfitri merupakan agenda nasional penting yang mampu mendorong perputaran ekonomi secara signifikan di berbagai daerah.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri serta libur Lebaran, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.

Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu sebagai pusat informasi serta pelayanan bagi masyarakat.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek, termasuk masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah.

Kebijakan tersebut mencakup pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, dan ganjil-genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, hingga pengalihfungsian sementara jembatan timbang sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan.

Kapolri juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok penting dan BBM. Selain itu, aparat diminta mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, serta konflik antar kelompok melalui patroli rutin di titik-titik rawan.

Usai apel, Gubernur Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel melakukan pemeriksaan pasukan serta penyematan pita Operasi Ketupat 2026 sebagai tanda dimulainya operasi pengamanan tersebut.

 

Editor : Muhardi Aanz

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Maret 2026
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Banner PARTNERSHIP