Viva Sumsel

 Breaking News

Batal Operasi, Pasien Peserta KIS Pengidap Kanker Prostat Kecewa

Batal Operasi, Pasien Peserta KIS Pengidap Kanker Prostat Kecewa
Mei 30
11:46 2018

VIVA SUMSEL.COM, Prabumulih – Rencana operasi pengidap penyakit kanker prostat untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar prostat pasien peserta Kartu Sehat Indonesia (KIS) di ruang Operasi RSUD Prabumulih, Jum’at (2/5) Mei lalu dibatalkan secara sepihak oleh pihak RSUD dengan alasan terdapat selisih biaya pada claim BPJS.

Anak menantu pasien, Akmal (30) saat ditemui di Ruang Penyakit Dalam mengatakan, sebagai peserta KIS pihaknya sangat kecewa atas perlakuan managemen RSUD Prabuymulih yang telah membatalkan operasi kelenjar prostat mertuanya dan menyarankan untuk melanjutkan proses operasi ke RSUD Palembang.

“Terus terang kami kecewa dengan managemen RSUD Prabumulih yang saya ketahui baru berganti, padahal sebelumnya dibawah managemen RSUD yang lama setidaknya terdapat 2 pasien pengidap penyakit kanker prostat telah dioperasi yang biayanya ditanggung BPJS, setelah pergantian managemen rencana operasi kelenjar prostat mertua saya dibatalkan,” katanya.

Saat ditanya kemungkinan melanjutkan operasi kelenjar prostat di RSUD Palembang, Akmal menegaskan ayah mertuanya memutuskan untuk tidak meneruskan rencana operasi dan memilih kembali pulang ke kediamannya karena alasan tidak memiki biaya yang cukup baik untuk transportasi maupun konsumsi selama berada di Palembang.

“Kemungkinan besar ayah mertua saya akan dibawa pulang ke rumah untuk menjalani rawat jalan jika memungkinkan ataupun menjalani pengobatan tradisional, meskipun saat ini operasi kelenjar prostat mertua saya dibatalkan saya berharap pihak RSUD ataupun pihak-pihak lainnya dapat membantu kelanjutan operasi kelenjar prostat aya mertua saya,” pungkasnya.

Dokter spesialis bedah, dr Ferry Alrahmi Sp. B. FICS saat dikonfirmasi membenarkan dibatalkan atau ditundanya operasi kelenjar prostat terhadap pasien peserta KIS karena alasan terdapat selisih perhitungan cost claim BPJS untuk layanan operasi pasien pengidap penyakit kanker prostat yang mencapai Rp 8 juta.

“Alokasi biaya yang diperuntukkan bagi kegiatan operasi kelenjar prostat oleh BPJS dari awal hingga selesai kurang lebih sekitar Rp 6 juta, sedangkan biaya yang harus dikeluarkan RSUD berkisar antara Rp 8 juta – Rp 14 juta, dengan demikian management baru RSUD membatalkan rencana operasi pasien pengidap kanker prostat,” ujarnya.

dr Ferry Alrahmi menceritakan, operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar prostat pasien peserta KIS sebelumnya sempat dilaksanakan, bahkan pasien sudah siap berbaring di kereta dorong namun seiring dengan instruksi managemen RSUD dirinya terpaksa membatalkan operasi tersebut. (anz)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Mei 2018
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Banner PARTNERSHIP