Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Merugi, RSUD Prabumulih Terpaksa Hapus Layanan Operasi Kelenjar Prostat

Merugi, RSUD Prabumulih Terpaksa Hapus Layanan Operasi Kelenjar Prostat
Juni 08
12:40 2018

VIVA SUMSEL.COM, Prabumulih – Pihak management RSUD Prabumulih terpaksa menghentikan pelayanan operasi Benign Prostat Hyperlasia (BPH) terhadap
3 pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) penderita kanker prostat dengan alasan terdapat selisih perhitungan claim BPJS sehingga mengakibatkan RSUD merugi.

Direktur RSUD Prabumulih, Dr. Yus Uchrowiyah, SpTHT saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (8/6) mengakui terpaksa menghentikan pelayanan operasi BPH karena biaya yang dikeluarkan RSUD untuk setiap kegiatan operasi lebih besar dari nilai claim yang diajukan BPJS.

“Setiap kali melakukan operasi BPH sejak awal hingga akhir,  RSUD setidaknya mengeluarkan biaya antara Rp 12 juta hingga Rp 18 juta sesuai dengan kelas layanan kesehatan yang digunakan,  sedangkan lclaim dari BPJS hanya berkisar pada angka Rp 6 juta,” akunya.

Dr. Yus Uchrowiyah menambahkan, selain itu pelaksanaan operasi BPH di RSUD secara konvensional selama ini resikonya sangat tinggi, proses penyembuhan agak lama dan dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu pasien disarankan melakukan operasi BPH dengan dokter specialist Urologi di Palembang.

Hal senada juga disampaikan Kepala  bidang (Kabid) Pelayanan medis (Yandis), dr Yoanda Filia melalui Kasubag Humas,  H Ernan SKM, menurutnya seiring kemajuan kedokteran saat ini untuk operasi BPH sudah bisa dilakukan dengan cara lebih maju yang hanya bisa dilakukan dr specialist urologi.

“Metode operasi BPH secara konvensional selama ini memiliki resiko yang lebih tinggi, proses penyembuhan berkisar 4 – 6 Minggu,  berkemungkinan operasi ulang dan dapat menyebabkan kematian, akan tetap jika dilakukan oleh dr specialist urologi resiko yang dihadapi relativ lebih rendah,” ujarnya. (anz)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Juni 2018
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Banner PARTNERSHIP