Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Bangun Jaringan Bantuan Hukum Harus Ada Take And Give

Bangun Jaringan Bantuan Hukum Harus Ada Take And Give
Desember 10
13:50 2018

VIVA SUMSEL.COM Palembang – Dekan Fakultas Hukum Unsri Febrian mengatakan, Untuk mengatasi masalah hukum di dunia, pemerintah harus jeli dalam membangun jaringan bantuan hukum, seperti memberikan jaringan dan kualitas yang lebih baik.

“Harus ada take and give dari organisasi dan penyumbang dana. Mengenai bantuan dana dari Pemda harus ada payung hukum soal legalitas,” katanya saat menjadi narasumber workshop di The Zuri,  Senin (10/12/2018).

Menurut Febrian, Visi dan misi kepala daerah adalah keadilan hukum. Namun untuk jumlah bantuan anggaran dari Pemda masih kecil. Padahal semakin besar jumlah penduduk harusnya anggaran untuk bantuan hukum juga semakin besar.

” Saya perhatikan,  sebaran di kabupaten itu belum merata anggaran bantuan,  harus ada peranan negara yang lebih membesarkan anggaran.  Kalau tidak bagaimana bantuan hukum ini berkualitas. Kurang anggarannya, bagaimana mau berkualitas.  Lembaga bantuan hukum ini butuh biaya untuk eksis,” bebernya.

Lebih lanjut Febrian menerangkan, kalau bicara jaringan, untuk penetapan pembiayaan belum keluar dari Kemenkeu. Dana yamg kecil tidak mampu menunjang persoalan hukum yang semakin besar.

“Penduduk banyak,  masalah semakin meningkat. Kelemahan-kelemahan ini dicarikan solusi.  Negera lebih aktif soal pembiayaan bantuan hukum ini, ” tandasnya.

Sementara itu,  Kepala Operasional LBH Palembang Taslim mengatakan,  acara hari ini adalah agenda kerja LBH Palembang dibantu YLBHI.

Program ini dilaksanakan dalam memperingati hari  HAM internasional.

“Kita ingin membangun jaringan bantuan hukum agar lebih meningkatkan bantuan hukum kepada masyarakat, ” katanya.

Taslim mengungkapkan,  pembiayaan bantuan hukum pihaknya mendapatkannya dari Kemekumham dan Pemkot Palembang.

“Sepanjang tahun ini,  kita memberikan 50 bantuan hukum kepada masyarakat.  Mulai dari masalah pidana,  perdata,  buruh. Namun persoalan yang paling mendominasi adalah masalah buruh dan kekerasan rumah tangga,” pungkasnya. (anz).

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Banner PARTNERSHIP