Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Sekjen Presnas Perhimpunan Pancasila : Bumikan Pancasila, Jaga Keutuhan NKRI

Sekjen Presnas Perhimpunan Pancasila : Bumikan Pancasila, Jaga Keutuhan NKRI
Juni 02
04:40 2019

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pasca pelaksaan Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden 2019 suasana kebatinan bangsa Indonesia benar benar di aduk aduk sampai berada di titik nadir. Rasa saling tidak percaya, rasa saling curiga sesama rakyat sungguh terasa dalam pergaulan hidup rakyat.

Rakyat seolah olah terkotak kotak dalam kelompok kelompok yang saling mempertahankan ego masing masing. Puncak dari semua itu akhirnya terjadi pada 22 dan 23 mei 2019 dimana terjadi kerusuhan yang menelan sedikitnya 8 orang meninggal dunia dan ratusan luka luka.

Edi Susilo selaku Sekjen Presnas Perhimpunan Pancasila mengungkapkan, belum cukup suasana kebatinan bangsa Indonesia di aduk aduk, pasca kerusuhan tiba tiba di beberapa wilayah muncul isu untuk memisahkan diri dengan Negara kesatuan Republik Indonesia ada beberapa yang sempat Ramai menjadi perbincangan publik atau muncul kepermukaan salah satu nya tentang Referendum Nangro Aceh Darussalam.

“Padahal sebelumnya jauh sebelum pilres suasana kebatinan bangsa Indonesia sudah diaduk dengan mencuatnya upaya mendirikan Negara khilafah untuk mengganti negera yang berdasarkan Pancasila ini,” tegasnya.

Lanjut Edi, Bung karno sebagai penggali pancasila dari bumi Indonesia ini pernah menyampiakan dalam salah satu pidatonya “Tetapi Republik Indonesia menghadapkan kita dengan satu keadaan jang istimewa. Rakjat adalah beraneka ragam, beraneka adat, beraneka ethnologi. Rakjat yang demikian itu membutuhkan satu “dasar pemersatu”. Dasar pemersatu itu adalah Pantjasila.” [Ir. Sukarno, dalam suatu sambutan tanggal 17 Agustus 1955]

“Jika kita melihat mengapa dalam lambang Garuda Pancasila Nampak kaki-kaki, jemari yang kokoh dan kuku-kuku yang tajam burung garuda mencengkeram slogan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu Jua,”.

Edi menambahkan, Cengkeraman erat cakar Garuda itu seakan melambangkan bahwa Indonesia yang bersatu harus dijaga dengan sekuat tenaga mengingat begitu beraneka-ragamnya suku ras golongan agama dan budaya yang membentuk republik ini.

“Cengkeraman itu seakan peringatan bahwa persatuan Indonesia berada dalam posisi yang rentan yang sewaktu-waktu bisa berada dalam ancaman disintegrasi Namun di balik itu semua *Persatuan Indonesia* sebarnya menjadi kunci dan pedoman penting jika kita menginginkan Indonesia yang Maju, berdaulat, adil dan makmur,” urainya.

Bahwa hanya persatuan lah bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang berdaulat adil makmur. Sejarah telah menjatat ketika selama berabad abad kita saling bercerai berai maka kolonialisme menjajah bangsa Indonesia.

Selain itu menurut kami bangsa ini harus kembali menggiatkan upaya upaya kembali memupuk secara bersama sama tentang penajaman idiologi berbangsa nya. Jika kita melihat pasca reformasi sampai sekarang bangsa ini abai terhadap proses penanaman idiologi berbangsa.

Itulah yang menyebab *Blank generation*, generasi kosong yang tidak mengenal jadidiri bangsa nya. Wajar jika selama 21 tahun ini generasi muda kita sangat mudah di ombang ambing kan dan sangat mudah di masuki oleh berbagai idiologi yang bisa mengoyak rasa kebatinan kita dalam berbangsa. Sehingga semangat disintegrasi bangsa tumbuh dimana mana. Bahkan melahirkan rencana mengganti bentuk Negara.

Melihat dan beranjak dari situasi obyektive di atas. Maka pada peringatan ke *74 hari lahir pancasila* ini kami. *Presidium Nasional PERHIMPUNAN PANCASILA* menyatakan.

1. Kepada Pemerintahan Republik Indonesia kami menyerukan untuk kembali mewajibkan penyelenggaraan kursus kursus Pancasila di setia lavel Institusi pemerintahan dan Institusi Pendidikan untuk kembali membumikan Pancasila sebagai philosophisce grondslag (filosofi dasar) bangsa Indonesia.

2. Mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia sebab hanya dengan persatuan, keadilan dan kemakmuran bangsa indonesi dapat terwujud. (Red).

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Juni 2019
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Banner PARTNERSHIP