Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Aksi Nyata FSS Untuk Pelaku UMKM

Aksi Nyata FSS Untuk Pelaku UMKM
November 22
23:45 2019

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Forum Sumatera Selatan Sejahtera bersiap menjadi jembatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Forum ini terus berupaya menciptakan ekonomi alternatif bagi para pelaku usaha. Tujuan akhirnya jelas ingin mewujudkan kesejahteraan.

Afandi Mulya Kesuma, Ketua Forum Sumsel Sejahtera (FSS) mengemukakan, ekonomi kerakyatan adalah penopang keberlangsungan suatu negara. Ini sesuai dengan amanat UUD 45, yang berlandaskan ekonomi pada kesejahteraan di pasal 33.

“Bahkan, ketika terjadi “krisis” ekonomi global pada era 1998, akibat ketidakmampuan IMF dan WB dalam mengkontrol pasar yang berdampak pada tumbangnya perusahaan perusahaan besar dan Jasa keuangan maupun pembiayaan (bank) swasta maupun Bank milik Negara. Di situ, pelaku ekonomi kecil atau ekonomi kerakyatan justru mampu bertahan. Mereka tidak terpengaruh sedikitpun terhadap krisis tersebut,” Afandi berkisah, Jumat (22/11/2019).

Lanjut Afandi, UMKM mampu melaksanakan proses transaksi jual beli seperti biasa sehingga perputaran keuangan terus berlangsung dan menjadi tumpuan perekonomian negara.

“Tentu berkaca dari fakta itu, FSS nantinya bersiap untuk menjadi wadah sekaligus jembatan bagi pelaku usaha. Kita optimistis FSS dapat bermitra dengan siapapun,” kata dia.

Selanjutnya FSS, ungkap pria berkacamata itu, mencoba menginvetarisasi pelbagai sektor UMKM. Sejauh mana persoalan-persoalan, kendala, hingga manajemen usaha yang dialami oleh kalangan UMKM. Dengan mengetahui database pelaku usaha diharapkan bisa menjadi corong untuk pelaku usaha.

“Ada banyak sektor ekonomi yang kita sentuh. Justru yang kita inginkan adalah mereka bisa mandiri dan sejahtera secara ekonomi,” demikian diutarakan Afandi.

Memberdayakan pelaku usaha boleh jadi bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu, FSS juga berupaya mencarikan solusi bagi pelaku-pelaku usaha yang ada.

“Insyaallah, di FSS ada yang namanya pembinaan berupa pemberdayaan masyarakat hingga bimbingan teknis,”imbuhnya.

Makanya, kata dia, FSS juga siap gedor perusahaaan daerah ataupun swasta melalui CSR. Pemerintah juga demikian. Harapan kita pemerintah ayo dong ikut membesarkan pelaku-pelaku usaha.

Guna memastikan berjalannya roda usaha bagi pelaku UMKM, Afandi coba mendatangi beberapa pelaku usaha yang berdiri di kota Palembang. Usaha souvenir khas Palembang, misalnya.

Usaha yang dirintis Kemas Heriansyah di Jalan Letnan Hadin, Kilometer 3,5 Palembang itu kini ternyata menunjukan grafik lumayan menggiurkan. Betapa tidak? Kata Afandi, usaha ini awalnya dengan omset berkisar Rp 10 juta, kini naik berkisar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta.

“Itu bukti betapa usaha mikro bukan saja tahan banting, tetapi amat memberikan laba yang menggiurkan,” Afandi setengah promosi.

Di sektor pertanian, ada banyak usaha-usaha yang bisa dikembangkan. Persoalannya adalah bagaimana mengelola usaha itu bermuara pada manajemen usaha tani.

“Jujur saja, saya cukup bangga dengan usaha bertanam cabai berpolybag yang dikelola kelompok tani Sehati di kawasan Jalan Macanlindungan, Bukitbaru. Usaha pertanaman cabai berpolybag ini idealnya memang harus memikirkan soal pemasarannya. Belum lagi tata kelola usahanya. Nah, FSS sebagai lembaga yang serius di jalur pemberdayaan akan berperan dalam menjembati usaha cabai ini sehingga aktivitas kemandirian dan kesejahteraan bisa terwujud,” tutur Afandi menyebutkan. (anz)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

November 2019
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Banner PARTNERSHIP