Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Mentan Dukung Usulan Herman Deru Ekspor Beras Sumsel

Mentan Dukung Usulan Herman Deru Ekspor Beras Sumsel
April 03
17:34 2021

VIVA SUMSEL.COM, Oku Timur – Menteri Pertanian RI, Dr Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH menyetujui jika beras asal Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu pangan yang menjadi komoditas ekspor.

“Kita sedang persiapkan kualitasnya, kita sedang bicarakan dengan Pak Gubernur. Kita dukung, kita boleh ekspor karena itu kepentingan global,” ungkapnya ungkapnya usai menghadiri Peremian Jembatan Cungking, Desa Karang Kemiri, Kecamatan Belitang, OKU Timur, Sumsel, Sabtu (3/4/21).

Dijelaskan, setiap negara dan daerah memiliki kebebasan untuk melakukan ekspor. Pihaknya juga menilai produksi hasil pertanian di Sumsel memiliki ekselerasi yang cukup baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita memastikan untuk serapan ini. Masih saya bicarakan bersama Gubernur Sumsel,” ucapnya.

Dikatakannya, kebijakan impor dan ekspor menjadi kepentingan global. Indonesia memiliki kelebihan dan Sumsel memiliki kelebihan.

“Herman Deru ini gubernur terbaik di Indonesia. Karena melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur dan peduli terhadap sektor pertanian masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, selama ini ada beberapa komoditas asal Sumsel yang telah ekspor, seperti karet, sawit dan kopi.

“Yang kita kejar ini bidang produk pangan. Kita ingin padi Sumsel juga diekspor,” ucapnya.

Dijelaskan Herman Deru, sejumlah komoditas yang telah di ekspor seperti karet, sawit dan kopi dilakukan melalui Lampung. Pihaknya mendorong adanya percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.

“Beras, kopi, sawit dan karet ini kita ingin ekspor melalui Sumsel. Tidak melalui Lampung lagi,” ucapnya.

Keinginan Gubernur Sumsel untuk melakukan ekspor beras juga sangat beralasan karena produksi pangan di Sumsel sangat berlimpah.

Seperti diketahui berdasarkan data ketersediaan dari 15 (lima belas) pangan strategis di Sumatera Selatan sejauh ini tidak perlu dikhawatirkan. Ketersediaan pangan justru melimpah pada tahun 2020 baik beras maupun telur.

Dimana produksi beras sebesar 2.696.877 Pemerintah ton dengan kebutuhan hanya sebanyak 859.744 ton sehingga terjadi surplus beras sebesar 1.837.133 ton.

Begitu juga dengan telur yang tersedia sebanyak 132.531 ton sementara yang dibutuhkan hanya 47.788 ton sehingga diperoleh surplus sebesar 98.389 ton.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumsel meresmikan Jembatan Cungking, Kecaman Belitang, OKU Timur. Peresmian jembatan ini sebagai realisasi program pemerataan infrastruktur hingga ke desa-desa di Sumsel.

Sementara itu, Warga Desa Karang Kemiri, OKU Timur, Eni Sukaisi mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumsel karena telah membangun jembatan sebagai akses utama warga desa.

“Dulu ada jembatan, tapi roboh sejak 1 tahun lalu. Masyarakat buat baru dengan gotong-royong. Namanya jembatan cinta,” ucapnya.

Dijelaskan Eni, jembatan hasil gotong-royong tersebut hanya bertahan satu tahu saja dan sudah tidak kayak dilewati lagi lantaran dibuat dari bahan seadanya.

“Jembatan ini satu-satunya akses jalan warga. Biasanya kami gunakan untuk aktifitas sehari-hari termasuk untuk mengangkut hasil panen seperti padi dan batu bata,” ucapnya. (ril)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Banner PARTNERSHIP