Viva Sumsel

 Breaking News

Agustus Terang Benderang, Kapolda Sumsel Beri Bantuan ke 500 Pahlawan Pencari Nafkah

Agustus Terang Benderang, Kapolda Sumsel Beri Bantuan ke 500 Pahlawan Pencari Nafkah
Agustus 30
13:39 2026

VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan mengelar kegiatan bantuan sosial berupa memberikan bantuan sembako kepada 500 pengemudi ojek online yang tergabung dalam DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel,

Kegiatan yang bertajuk “Aksi Bantuan Sosial dalam Rangka Mengenang Jasa-jasa Pahlawan Pencari Nafkah” tersebut digelar di Sekretariat DPD ADO Sumatera Selatan, Jalan Hockey Blok C 20, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (29/8/2026).

Kapolda Sumatera Selatan diwakili Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K. Kegiatan ini turut dihadiri Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., pengurus DPD ADO Sumsel, ketua komunitas pengemudi online serta ratusan driver roda dua dan roda empat.

Ketua DPD ADO Sumatera Selatan Muhammad Asrul Indrawan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Kapolda Sumsel kepada para pengemudi online.

Menurut Asrul, bantuan tersebut bukan sekadar persoalan nilai materi, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap para driver yang setiap hari berjuang mencari nafkah di jalanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Awalnya pada Agustus ini kami sempat menyuarakan ‘Agustus Gelap’. Namun setelah adanya perhatian dan bantuan untuk 500 pengemudi online dari Bapak Kapolda Sumatera Selatan, saya katakan hari ini Agustus menjadi terang benderang bagi para ojol,” ujar Asrul.

Asrul mengatakan, selama lima tahun memimpin DPD ADO Sumsel, dirinya telah menyaksikan langsung perjuangan berat para pengemudi online. Bahkan, tidak sedikit anggota ADO yang meninggal dunia akibat sakit maupun kecelakaan tanpa meninggalkan jaminan kehidupan yang memadai bagi keluarganya.

“Saya sudah beberapa kali mengantarkan langsung rekan-rekan driver ke tempat peristirahatan terakhir. Ada yang meninggal karena sakit, ada pula akibat kecelakaan. Sebagian dari mereka tidak memiliki asuransi, tidak punya rumah sendiri dan keluarganya hidup dalam kondisi serba terbatas,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Asrul, membuat organisasi ADO Sumsel berupaya membantu keluarga anggota yang tertimpa musibah, termasuk memperhatikan pendidikan anak-anak dari pengemudi yang meninggal dunia.

“Alhamdulillah, ada anak-anak dari rekan kami yang berhasil kami bantu pendidikannya hingga sekolah dan kuliah. Semua itu karena adanya orang-orang baik yang ikut membantu,” ungkapnya.

Asrul juga menjelaskan bahwa ADO Sumsel memiliki ambulans yang selama ini digunakan untuk membantu masyarakat dan anggota tanpa memungut biaya. Ambulans tersebut dipergunakan untuk mengantar orang sakit maupun jenazah.

“Bantuan ambulans itu kami dapat dari Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang dan pihak lainnya. Kami berharap ambulans tidak perlu sering keluar karena setiap ambulans keluar berarti ada warga atau anggota yang sedang mengalami musibah. Tetapi ketika dibutuhkan, kami siap membantu masyarakat secara gratis,” ujarnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Asrul juga mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi para pengemudi online, terutama terkait keamanan di jalan.

Ia mengatakan masih banyak driver yang menjadi korban begal, penjambretan maupun kekerasan.

Menurutnya, telepon seluler bagi seorang pengemudi online merupakan alat utama untuk mencari nafkah. Ketika telepon genggam dirampas atau motor dibawa pelaku kejahatan, maka sumber mata pencaharian pengemudi pun ikut hilang.

“Kami berharap apabila ada anggota kami yang menjadi korban kejahatan, laporannya dapat segera direspons. Kami mencari nafkah dari pagi hingga malam, bahkan untuk mendapatkan Rp100 ribu dalam satu hari belum tentu mudah,” katanya.

Asrul juga menyampaikan harapannya agar ke depan terdapat sistem atau layanan cepat yang dapat digunakan pengemudi online untuk meminta bantuan ketika menghadapi situasi darurat di jalan.

Di hadapan jajaran kepolisian, Asrul menegaskan bahwa komunitas pengemudi online di Sumatera Selatan siap menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menyebut ADO Sumsel memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai wilayah. Karena setiap hari berada di jalan, para pengemudi dapat menjadi pihak yang cepat mengetahui terjadinya kecelakaan, kebakaran maupun gangguan keamanan.

“Kami cinta damai dan tidak ingin terjadi kerusuhan di Kota Palembang. Kami siap menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kalau ada kecelakaan, kebakaran atau kejadian lain, kami sering menjadi yang pertama mengetahui dan dapat segera memberikan informasi kepada aparat,” tegasnya.

Asrul memastikan komunitas pengemudi online Sumatera Selatan tetap mengedepankan ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede yang mewakili Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi kepada DPD ADO Sumsel dan seluruh komunitas pengemudi online yang selama ini terus menjaga semangat kepedulian dan gotong royong.

Ia mengatakan transportasi daring kini telah menjadi bagian penting dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Para pengemudi online setiap hari menggerakkan mobilitas masyarakat, barang, perdagangan hingga usaha kecil.

“Di balik setiap jaket dan helm pengemudi, ada keluarga yang menunggu, ada pendidikan anak yang harus diperjuangkan dan ada harapan yang harus dijaga di tengah panas, hujan serta berbagai risiko di jalan raya,” ujarnya.

Menurut Robertho, sebutan pahlawan pencari nafkah merupakan penghormatan yang layak diberikan kepada para pengemudi online yang bekerja secara halal, mandiri dan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa bantuan sosial yang diberikan jangan hanya dilihat dari nilai materinya, tetapi sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan agar tidak ada masyarakat yang menghadapi kesulitan seorang diri.

“Pastikan bantuan ini disalurkan secara tertib, transparan, tepat sasaran dan benar-benar membawa manfaat,” katanya.

Robertho menilai pengemudi online merupakan mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal itu karena para driver berada di jalan hampir sepanjang hari dan sering kali menjadi pihak pertama yang mengetahui adanya kecelakaan, kemacetan, tindak kejahatan maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Karena itu, ia meminta para pengemudi segera melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan kepolisian 110 atau kantor polisi terdekat.

“Jangan bertindak sendiri dan jangan main hakim sendiri. Mari kita perkuat komunikasi dan kerja sama antara pengemudi online dengan kepolisian,” tegasnya.

Ia juga meminta jajaran Polda Sumsel untuk memberikan respons cepat terhadap laporan dan keluhan para pengemudi online.

“Hadirkan kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Jangan pernah lupa, masyarakat adalah pihak yang harus kita layani,” katanya.

Kepada para pengemudi, Robertho berpesan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam mencari nafkah.

Ia meminta driver mematuhi peraturan lalu lintas, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, beristirahat apabila lelah dan tetap bersikap santun kepada penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

“Rezeki memang harus dicari, tetapi keselamatan tidak boleh dikorbankan,” ujarnya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan bantuan sembako untuk 500 pengemudi online merupakan bentuk kepedulian kepolisian dan pemerintah terhadap para driver yang selama ini menjadi mitra dalam menjaga keamanan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kepada rekan-rekan pengemudi online. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan memberikan manfaat bagi para driver,” katanya.

Menanggapi keluhan mengenai keamanan pengemudi online di jalan, Sonny mengatakan jajaran Polrestabes Palembang akan terus meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat dan pengemudi yang menjadi korban tindak kejahatan.

Ia menyebut data kepolisian menunjukkan sejumlah tindak pidana pencurian dengan pemberatan mengalami penurunan.

Namun demikian, beberapa kasus kekerasan yang menimbulkan korban meninggal dunia maupun luka berat tetap menjadi perhatian serius karena menimbulkan keresahan masyarakat.

Kapolrestabes juga mengingatkan para pengemudi online untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas di kawasan yang sepi, minim penerangan dan pada jam-jam rawan.

“Kami mengimbau rekan-rekan driver untuk selalu berhati-hati, khususnya ketika mendapatkan order yang melewati kawasan sepi. Jangan mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan,” katanya.

Sonny juga menegaskan jajaran kepolisian akan terus meningkatkan patroli untuk mengantisipasi berbagai gangguan keamanan, termasuk tawuran, balap liar dan potensi tindak kriminal lainnya.

Terkait aspirasi pengemudi online mengenai kemudahan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), Sonny mengatakan bantuan dari Pemerintah Kota Palembang masih dalam proses administrasi.

Ia berharap seluruh proses dapat segera ditindaklanjuti sehingga program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi para pengemudi online.

Melalui kegiatan bantuan sosial tersebut, hubungan antara kepolisian dan komunitas pengemudi online diharapkan semakin kuat.

Para driver tidak hanya menjadi pencari nafkah di jalan, tetapi juga mitra strategis dalam memberikan informasi dan membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kota Palembang dan Sumatera Selatan.

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Agustus 2026
S S R K J S M
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Banner PARTNERSHIP