Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Dengan Seutas Tali Rozali Tewas Gantung Diri Di Jembatan Ampera

Dengan Seutas Tali Rozali Tewas Gantung Diri Di Jembatan Ampera
Desember 27
14:12 2015

Viva Sumsel.com – Palembang, Warga Palembang yang melintas di Jembatan Ampera Palembang Minggu, (27/12) pagi tiba-tiba dikejutkan dengan ditemukannya seorang mayat yang tergantung di jembatan Ampera. Mayat yang belakangan bernama Drs Rozali (64) itu tergantung disisi jembatan dengan menggunakan seutas tali.

Setelah di evakuasi mayat tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) untuk divisum.

Menurut informasi yang dihimpun dari kerabat korban, Iyon (45) diduga faktor psikis merupakan penyebab utama keluarganya tersebut mengakhiri nyawanya dengan seutas tali. Faktor Psikis yang dimaksudnya adalah depresi akbibat usahanya bangkrut sehingga meninggalkan urusan hutang piutang ditambah lagi dengan kedua anak dan istrinya meninggalkan dirinya.

“Dia itu pengusaha di Ogan Ilir (OI), entah kenapa usahanya bangkrut dan terbelit hutang,” ujarnya.

Dijelaskannya, korban telah satu bulan tinggal dirumah kakak perempuannya di kawasan 26 ilir kecamatan Ilir Barat I Palembang, malam tadi sekitar pukul 02.00 korban pergi meninggalkan rumah tanpa meninggalkan pesan apapun.

“Selama tinggal di palembang ia sering berpindah-pindah dari rumah saudaranya yang satu ke rumah saudaranya yang lain, ia sendiri sebelumnya tinggal di Baturaja,” imbuhnya.

Ia tidak menyangka kalau kerabatnya tewas dengan cara yang mengenaskan tersebut. Sebelumya korban memang sempat mengeluhkan sakit pinggang namun ia yakin bukan karena penyakit itu korban nekat mengakhiri hidupnya.

Diperkirakan, korban nekat melakukan aksinya sekitar pukul 04.00 Wib, selang beberapa waktu kemudian, mayat korban baru diketahui warga yang melintas dan selanjutnya di evakuasi. (anz).

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Desember 2015
S S R K J S M
    Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Banner PARTNERSHIP