Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Harga Karet Dititik Nadir, Petani Karet Sambangi Dewan Dan Pemprov

Harga Karet Dititik Nadir, Petani Karet Sambangi Dewan Dan Pemprov
Maret 07
13:22 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Sudah tiga tahun ini petani karet Sumsel dibuat resah dengan anjloknya harga karet. Bahkan harga karet pada tahun ini dinilai berada dalam titik nadir yakni hanya Rp 3.500/kliogram. Jeritan petani karet ini akhirnya membawa mereka untuk mengadukan nasibnya kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sumsel dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

“Kami tidak percaya dan semakin bingung, harga karet petani sudah sedemikian anjloknya tanpa kami bisa berbuat apa-apa lagi,” ucap Koordinator Aksi Aliasi Perjuangan Petani Sumsel, Zul Apri saat menyampaikan aspirasinya di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (7/3).

Menurut pihaknya berdasarkan riset Aliansi Perjuangan Petani harga karet petani di beberapa kota/kabupaten di Sumsel tak lebih dari Rp 4000/kilogramnya. Seperti di kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten OKU yang sama-sama berada pada harga Rp 4000/kilogram sedangkan Kabupaten Banyuasin malah lebih rendah lagi yakni Rp 3.500/kilogramnya.

“Kalau hal ini terus terjadi maka petani karet di Sumsel akan mengalami kehancuran di bidang ekonomi. Bahkan petani tidak akan mampu mencukupi kebutuhan hidup,” katanya.

Maka dari itu kata Apri menambahkan, maksud kedatangan Aliansi Perjuangan Petani Karet bersama segenap ormas lainnya meminta kepada pemerintah mencarikan solusi konkret atas situasi yang kami hadapi ini.

“Kepada Pemerintah dan anggota dewan kami meminta buatlah regulasi yang berpihak kepada petani karet sumsel dan jangan sekali-kali berpihak kepada neoliberalisme yang justru menghancurkan ekonomi negeri ini,” tegasnya

Selain menuntut keberpihakan regulasi, massa juga mendesak agar pemerintah secepatnya membangun BUMD/BUMN karet sebagai jalan mewujudkan industri nasional, memperkuat perkoperasian di tingkat petani karet dan melaksanakan amanat pasal 33 UUD 1945 sebagai jalan penyelesaian persoalan rakyat. (anz)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Maret 2016
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Banner PARTNERSHIP