Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Pelajar Dari Dua SMK Ini Baku Hantam Usai Upacara Peringatan HUT RI

Pelajar Dari Dua SMK Ini Baku Hantam Usai Upacara Peringatan HUT RI
Agustus 17
10:46 2016

Viva Sumsel.com – Palembang, Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 Rabu, (17/8) di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang awalnya berjalan aman,lancar, tertib dan khidmad, namun suasana berubah menjadi gaduh ketika puluhan siswa SMK terlibat tawuran, untungnya tawuran terjadi usai pelaksanaan upacara bendera.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, satuan keamanan kota Palembang yang diterjunkan dalam pengamanan upacara bendera segera bertindak. Pol PP beserta petugas keamanan lainnya mengejar para pelajar yang terlibat tawuran untuk selanjutnya diamankan. Upaya ini tak sia-sia, sebanyak 26 pelajar yang terlibat tawuran langsung diamankan sedangkan sisanya berhasil meloloskan diri

Dari pantauan vivasumsel.com, aksi tersebut terjadi ketika para pengunjung BKB yang menyaksikan upacara kemerdekaan tengah asik berfoto ria bersama walikota. Disaat yang bersamaan pecah keributan anatar dua SMK Swasta yang belakangan diketahui SMK Gama dan SMK Bistek

Salah satu pelajar dari SMK bistek M Abdul Malik yang menjadi korban pemukulan pelajar dari SMK Gajah Mada (Gama) Palembang menuturkan, jika kedatangannya bersama dengan kelima temannya yang lain hanya untuk melihat lomba perahu hias dan perahu bidar sembari berselfie bersama sahabatnya tersebut.

“Kami niatnya cuma nonton bidar sama selfie kak, tapi ada anak SMK gama yang tiba-tiba datang bergerombol terus ngajak kenalan. waktu bersalaman kami dipukuli, ada yang pake bambu dan ada yang pakai tangan kosong. Kami datang kesini berenam yang duanya lari karena ketakutan,” jawab Malik ketika ditanyai mengenai alasan sebenarnya mengapa mereka bisa terlibat baku hantam dengan sesame pelajar.

Dilokasi kejadian terlihat puluhan siswa yang terlibat dari aksi tawuran tersebut dan 26 orang (22 siswa SMK Gama dan 4 siswa SMK Bistek) diantaranya berhasil diamankan. Sayangnya aksinya mereka lancarkan ketika walikota Palembang masih berada ditempat tersebut, sehingga beberapa kegiatan terpaksa ditunda.

Kepala Sat PolPP kota Palembang Tatang Duka Direja mengatakan, jika pihaknya sudah mengamankan bambu yang dibawa pelajar tersebut untuk membawa bendera dan juga dipergunakan untuk aksi pemukulan.

“Sayangnya ketika mereka melakukan tawuran, mereka membawa bendera merah putih dan bambu yang digunakan untuk mengibarkannya malah dipukulkannya kepada pelajar yang menjadi korbannya (SMK Bistek),” jelas Tatang kepada media.

Kita sudah sterilkan tidak ada senjata tajam yang digunakan pelajar. Lanjutnya, hanya ditemukan jangka ada 4-5 buah, bambu dan beberapa botol beling yang pecah. Jadi, untuk saat ini mereka menerima hukuman menyanyikan lagu kebangsaan sebelum diproses lebih lanjut oleh yang berwajib.

Dikatakannya, setelah pelakunya didata oleh pihaknya maka pelaku tersebut akan diserahkan kepihak kepolisian. “Hari ini kita turunkan 120 Sat PolPP, dan ada juga dari anggota TNI dan Polri jadi totalnya ada 200an keamanan. Untungnya tidak ada korban jiwa ataupun yang terluka, dan Mereka hanya menggangu kerumunan penonton dengan memecahkan botol,” pungkasnya. (anz)

 

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Agustus 2016
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Banner PARTNERSHIP