Viva Sumsel

 Breaking News
  • Pemprov Sumsel, BI dan DJPb Luncurkan Ekosistem GSMP-MBG VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan inovasi sinergi...
  • Sumsel Kembali Masuk Nominasi TPKAD Award 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Setelah berhasil meraih predikat TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera...
  • Sepang Panas ! Pebalap Muda Astra Honda Siap Tancap Gas VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Empat pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap kembali berjuang pada putaran kedua Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 yang akan digelar di Sepang...
  • BI Sumsel Cari Ide Cemerlang Lewat Lomba Esai SEF 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Bedah Buku dan Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 yang memasuki tahap Presentasi Finalis pada Rabu,...
  • HUT 55, Surya Semesta dan BATIQA Luncurkan CSR ‘Musi Berdaya’ di Palembang VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), induk usaha BATIQA Hotels, Perseroan melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk...

Finda Dengarkan Keluh Kesah Guru

Finda Dengarkan Keluh Kesah Guru
November 08
17:30 2016

VIVA SUMSEL.COM – Palembang, Sekitar 1022 tenaga pendidik dari 82 sekolah di wilayah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Kertapati berkonsolidasi dengan Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda.

Konsolidasi yang menjadi ajang silahturahmi dan penyampaian keluh kesah para guru kepada Finda, begitu sapaan Wawako Palembang sehari-hari, yang disampaikan secara kolektif oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang, Ahmad Zulinto di aula gedung guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palembang.

Ketua pelaksana kegiatan sekaligus Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri 12 Palembang, Mgs. Ahmad Fauzi mengatakan, ada sekitar 1022 tenaga pendidik dari 82 sekolah yang ada di UPTD Kecamatan Kertapati dengan rincian, sari tingkat sekolah dasar (SD) Negeri dan swasta 35 sekolah, SMP negeri dan swasta ada 12 sekolah. Lalu untuk tingkst sekolah menengah atas (SMA) negeri dan swasta ada ebam sekolah, tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta ada dua sekolah, sedangkan tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) ada 28 lembaga.

“Ini adalah kali pertamanya seluruh guru dibawah naungan UPTD Kecamatan Kertapati dapat bertatap muka langsung secara serentak dalam satu waktu. Yang datang pada hari ini untuk berkonsolidasi dan mendapat pembinaan secara umum oleh Kepala Disdikpora Palembang, dimana materi yang disampaikan mengenai peningkatan mutu pendidikan. Disini juga Kepala Disdikpora memyampaikan beberapa keluhan yang dialami oleh para tenaga pendidik agar segera dapat diselesaikan oleh pihak pemerintah Kota Palembang melalui Wawako Palembang,” ujarnya sebelum acara dimulai kepada vivasumsel.com, Selasa (8/11).

Hal senada diutarakan oleh Zulinto, setiap guru harus meningkatkan kompetensinya. Maka dari itu, ia menegaskan kepada setiap guru yang hadir agar dapat meningkatkan proses dan model pembelajarannya agar dapat menghasilkan output yang berkualitas, baik dari akademik maupun non akademik.

“Kami  berharap agar guru tidak terlena hanya mengurusi sertifikasinya saja. Mereka harus mendahulukan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tambah zulinto.

Selain itu, Zulinto menjelaskan kepada Finda jika yang menjadi permasalahan sangat genting saat ini adalah kesejahteraan guru, terutama guru honorer. Dimana saat ini guru honor harus berada di sekolah selama delapan jam pelajaran, sehingga mereka tidak berkesempatan untuk menambah jam mengajar di sekolah lain. “Pembagian guru belum merata di Palembang. Apalagi kesejahteraan guru honorer yang belum terjamin saat ini. Bahkan ada beberapa guru honor di sekolah-sekolah menerima gaji hanya sebesar 150 ribu rupoah saja,” ulasnya.

Lebih lanjut ia mengulas, pihaknya telah lama mengajukan pengadaan atau pengangkatan honor menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) guru di tingkat SD, namun belum ada tanggapan dari pusat. Belum lagi saat ini tidak ada lagi pengangkatan guru honor daerah (Honda), jadi kesejahteraan guru honor apalagi guru kategori dua (K2) yang tidak lulus untuk menjadi PNS.

“Kami mohon agar Ibu Wawako (Finda) dan Bapak Wali Kota Palembang (Harnojoyo) dapat mensetujui adanya penambahan insentif untuk guru honor di Kota Palembang,” harapnya kepada Fitri.

Sementara itu, Finda menuturkan, pihaknya pasti mensetujui usulan tersebut dan akan berupayabagar disetujui oleh pemerintah pusat dalam anggaran tahun 2017 mendatang. “Kami pasti memyetujui usulan tersebut, namun keputusan kembali kepada pemerintah pusat,” beber Finda.

Menurut Finda, acara kali ini bertujuan agar dirinya dan para guru yang ada di Kota Palembang dapat mengenal lebih jauh lagi, sehingga ia dan pemerintah Kota Palembang dapat mengerti apa saja yang perlu dimurangi dan ditambah dalam memajukan dunia pendidikan. “Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, jadi kami berharap agar masyarakat bersinergi memebantu kami untuk mensejahterakan guru,” pungkasnya. (res)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

November 2016
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Banner PARTNERSHIP