Viva Sumsel

 Breaking News
  • GENCAR 2.0 x BNI & OJK Sumsel Edukasi Ribuan Gen Z Anti Investasi Ilegal VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – GENCAR 2.0 (Gen LIMAS Collaborative Seminar) x BNI telah sukses diselenggarakan dengan tema “Smart Investing : From First Step To First Investment, Smart Investing For The...
  • Pemprov Sumsel, BI dan DJPb Luncurkan Ekosistem GSMP-MBG VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan inovasi sinergi...
  • Sumsel Kembali Masuk Nominasi TPKAD Award 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Setelah berhasil meraih predikat TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi Wilayah Sumatera...
  • Sepang Panas ! Pebalap Muda Astra Honda Siap Tancap Gas VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Empat pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) siap kembali berjuang pada putaran kedua Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 yang akan digelar di Sepang...
  • BI Sumsel Cari Ide Cemerlang Lewat Lomba Esai SEF 2026 VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Bedah Buku dan Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 yang memasuki tahap Presentasi Finalis pada Rabu,...

Yunita Butuh Uluran Tangan Dermawan

Yunita Butuh Uluran Tangan Dermawan
September 21
23:27 2017

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Terbaring lemah akibat menderita penyakit step yang dideritanya selama 25 tahun, Yunita (25) warga Rt.13 Jalan Aiptu A Wahab Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I ini sangat mengharapkan sekali uluran tangan dari para Dermawan dan Pemerintah.

Yunita anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Johan atau biasa dipanggil Udin dan Cektur ini harus mengalami hari-harinya selama 25 tahun terbaring lemah  diatas tempat tidur, jangankan untuk bicara, makan saja dirinya harus disuapi orang tuanya, ini akibat penyakit step yang dialaminya sejak beliau berumur 7 bulan lalu, kini dirinya tidak dapat berbuat apa-apa dikarenakan penyakit step yang dideritanya tersebut.

Johan (42) orang tua kandung Juwita yang sehari-hari bekerja serabutan ini mengungkapkan, Sejak berumur 7 bulan lalu anaknya menderita demam panas tinggi, karena keterbatasan ekonomi lah dirinya hanya bisa membawa anaknya berobat kepuskesmas terdekat dan tidak mampu membawanya kerumah sakit besar, sehingga anaknya mengalami epilepsi, bahkan sampai sekarang kerusakan pada saraf otak, retardasi mental serta kelumpuhan yang diderita anaknya tersebut.

“Saya hanya bisa menafkahi anak untuk makan saja, itu saya sudah bersyukur sekali, mau membawa anak berobat saya uang dari mana, untuk tempat tinggal saja saya masih mengontrak,” ujarnya saat awak media berkunjung dikediamannya, kamis ((20/9/2017).

Dirinya sangat berharap sekali adanya bantuan dari para dermawan, terutama untuk pengobatan anaknya. “Saya hanya berharap semoga saja ada bantuan dari orang yang baik hati dan membantu dengan ikhlas, terutama untuk kesembuhan anak saya. Semoga Pemerintah juga bisa membantu untuk kesembuhan anak saya,” singkatnya. (Nat)

 

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

September 2017
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Banner PARTNERSHIP