Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Capaian Standar Kualitas Nilai UN Butuh Ketersediaan Infrastruktur

Capaian Standar Kualitas Nilai UN Butuh Ketersediaan Infrastruktur
Februari 23
22:13 2019

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Pelaksaan Ujian Nasional (UN) yang dilakukan oleh sekolah di Indonesia belum mencapai standar kualitas nilai yang ditetapkan secara nasional (menyeluruh) di Indonesia.

Ahmad Muftizar Zawawi, S.Ip M.Ed LM selaku pengamat Pendidikan mengungkapkan, yang sangat fundamental bukanlah soal pencapaian nilai seperti yang disyaratkan secara nasional, melainkan ketersediaan infrastruktur atau fasilitas dari pemerintah sampai kepada daerah terpencil.

“Salah satu contoh tempat tinggal saya di Prabumulih, di desa Payuputat. Di sini satu SD pun mereka tidak mengenal yang namanya laptop,” ungkapnya saat diwawancara di Universitas Taman Siswa Palembang, Sabtu (23/02).

Lanjut Mufti, Ketika mereka mau UN itu bingung, akhirnya mereka dikondisikan melakukan pelatihan ke Prabumulih dengan jarak tempuh 22 KM, memakan waktu 2 jam, belum lagi memakan waktu untuk menginap.

“Seperti inilah gambaran bagaimana supaya terbiasa menggunakan komputer untuk mengerjakan soal UN di desa Payuputat,” tegasnya.

Harus disadari bahwasanya orang yang dengan puluhan tahun main komputer dengan orang yang baru seminggu memakai komputer jelas pencapaian akan berbeda.

Mufti sebagai salah satu dosen di Universitas Tamsis ini menambahkan, bahwasanya pencapaian nilai nasional tidak akan terkejar yang dari daerah atau pedesaan. Salah satu contoh, ketika penerapan UN bagus di luar negeri tapi harus juga melihat internal kita siapkah untuk UN yang sudah dipraktekkan di negara-negara lain.

Hal tersebut harus diperhatikan lagi, jangan melihat segala kurikulum yang menurut kita baik, sehingga diadopsi mentah-mentah. Harus dilihat kondisi internal dan kesiapan.

“Harapan kedepannya, pemerintah hati-hati menerapkan kebijakan yang ada, harus dianalisis dulu, kesiapan, penyediaan infrastruktur yang memadai, kesiapan mental, dan piranti hukum yang kuat, tutupnya. (DNK)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Februari 2019
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Banner PARTNERSHIP