Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Forum Muslimah dan Emak-Emak Militan Tolak RUU PKS

Forum Muslimah dan Emak-Emak Militan Tolak RUU PKS
September 25
13:28 2019

VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Kaum ibu dari Forum Muslimah dan Emak-Emak Militan mendatangi gedung Dewan Provinsi Sumsel dalam rangka menolak Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang segera disahkan DPR RI.

Koordinator aksi dari Emak Emak Militan, Dina Tanjung mengatakan, RUU PKS kontennya didasari akidah sekuler. Memisahkan agama dari kehidupan yang penuh liberalisasi, dalam hal ini liberalisasi seksual.

“Definisi kekerasan seksual dalam RUU PKS mengandung kesalahan mendasar. Ada pada Pasal 1 Ayat satu bab 1. Implikasinya, berpotensi melindungi LGBT dan penyimpangan seksual lainnya,” ujar Dina saat dibincangi, Rabu (25/9/2019).

Selain itu, lanjut Dina, alasan berikutnya penolakan RUU PKS yakni menegosiasi syariat Islam tentang pernikahan dan keluarga.

“Sehingga relasi orang tua dan anak, dan relasi suami dan istri berpotensi ditinggalkan. Bahkan dipidanakan. Malah dihapuskan. Suami tidak punya kekuasaan apa-apa terhadap istrinya. Ini salah,” tambahnya.

Menanggapi adanya RUU PKS, dirinua menyerukan kepada masyarakat, khususnya umat Islam bahwa solusi terkait masalah ini adalah kembali ke syariat Islam.

“Kita harus berpegang teguh dengan ajaran agama kita yakni syariat Islam,” tandasnya (anz)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

September 2019
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Banner PARTNERSHIP