Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Inflasi Sumsel Maret 2025: Stabilitas Harga Tetap Terjaga Menjelang Idul Fitri 1446 H

Inflasi Sumsel Maret 2025: Stabilitas Harga Tetap Terjaga Menjelang Idul Fitri 1446 H
April 10
22:09 2025

VIVA SUMSEL.COM, PALEMBA G – Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Maret 2025 mencatatkan inflasi sebesar 1,53% (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,41% (mtm).

Secara tahunan, realisasi inflasi Sumsel tercatat meningkat menjadi sebesar 1,77% (yoy) dari bulan sebelumnya (0,49%; yoy), masih dalam sasaran inflasi 2,5±1%.

Perkembangan tersebut juga sejalan dengan inflasi nasional yang juga meningkat menjadi sebesar 1,03% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,09% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ricky P Gozali menyebut Inflasi utamanya disumbang oleh peningkatan harga beberapa komoditas, seperti tarif listrik, bawang merah, emas perhiasan, bawang putih, dan telur ayam ras, dengan andil inflasi pada masing-masing komoditas secara berturut-turut adalah sebesar 0,96% (mtm), 0,22% (mtm), 0,14% (mtm), 0,06% (mtm), dan 0,03% (mtm) (BPS, 2025).

Kenaikan inflasi pada komponen tarif listrik didorong oleh normalisasi tarif pasca berakhirnya program diskon 50% untuk rumah tangga dengan daya ≤2.200 VA yang berlaku pada Januari–Februari 2025.

Selanjutnya, peningkatan harga pada komoditas aneka bawang dan telur ayam ras sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Ramadhan 1446 H.

Sementara itu, kata Ricky lonjakan harga emas perhiasan mencerminkan tren kenaikan harga emas global seiring meningkatnya ketidakpastian global, serta didorong oleh pola permintaan yang cenderung meningkat menjelang Idulfitri, khususnya untuk keperluan aksesoris.

Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai komoditas menjelang Idulfitri juga mencerminkan ketahanan dan daya beli masyarakat yang tetap kuat,

“Inflasi yang terkendali di Provinsi Sumatera Selatan tidak terlepas dari upaya dan peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel dalam menerapkan strategi 4K, yakni Ketersediaan Pasokan,”tuturnya.

Ricky menyampaikan bahwa Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif. Sebagai bagian dari strategi tersebut, TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan secara konsisten melaksanakan operasi pasar murah guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan pasokan di masyarakat, utamanya dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446H.

Selain itu, untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan, TPID secara rutin melakukan inspeksi pasar dan pemantauan stok komoditas strategis.

Dukungan berupa subsidi biaya angkut dari Bank Indonesia, BUMN, BUMD, sektor swasta, perbankan, serta instansi terkait lainnya turut berkontribusi dalam memperlancar distribusi komoditas penyumbang inflasi hingga ke daerah tujuan.

Seluruh kegiatan pengendalian inflasi ini tidak terlepas dari komunikasi efektif yang dijalin para pemangku kebijakan, diantaranya melalui High Level Meeting (HLM) TPID se-Sumatera Selatan, rapat koordinasi TPID secara rutin, capacity building TPID, dan siaran pers.
Ke depan,

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk memperkuat ekonomi Sumatera Selatan dan menjaga inflasi Sumatera Selatan berada di rentang yang ditetapkan.

Hal tersebut ditempuh salah satunya melalui sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumsel (GPISS).

“Sinergi antar lembaga tersebut ditujukan untuk mencapai sasaran inflasi pada tahun 2025 serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,”pungkasnya.

 

Editor : Muhardi Aanz

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

April 2025
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Banner PARTNERSHIP