Dari Ampera ke Talang Kelapa : 5G Indosat Jadi Modal Baru Ekonomi Palembang
VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Sore menjelang senja, trotoar Jembatan Ampera berubah fungsi. Di sisi kanan dan kiri jembatan, deretan konten kreator Palembang mulai menata ring light dan mikrofon.
Mereka tengah bersiap untuk “busker digital”, pertunjukan langsung via media sosial dengan latar menara ikonik kota ini.
“Di sini spot yang paling tepat untuk busking digital. Latar Jembatan Ampera bikin siaran langsung jadi ikonik dan menarik perhatian,” ujar Dendy, salah satu kreator, sambil mengecek koneksi ponselnya.
Cerita Dendy bukan satu-satunya. Kehidupan digital warga Palembang kini telah merambah hingga ke gang-gang kecil.
Dari mahasiswa Universitas Sriwijaya di Bukit Besar yang kuliah via Zoom, ibu-ibu di Pasar 16 Ulu yang berjualan melalui TikTok Shop, hingga anak muda di kawasan Jakabaring yang melakukan siaran langsung permainan daring. Semua menuntut satu hal: koneksi internet cepat, stabil, dan terjangkau.
Cakupan 5G Meluas hingga Talang Kelapa
Perluasan jaringan 5G Indosat per Juni 2026 telah menjangkau titik-titik vital Palembang, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Palembang Indah Mall, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Universitas Sriwijaya Bukit Besar, Jembatan Ampera, hingga kawasan Benteng Kuto Besak.
Kecepatan unduh di area tersebut tembus hingga 400 Mbps dengan latensi rendah.
Bagi mahasiswa seperti Nyayu Salsabila, (20), hal ini mengakhiri drama kuliah daring.
“Unduh jurnal, unggah tugas, dan kuliah Zoom dengan dosen jadi lancar. Latensinya rendah sekali,” ujarnya.
Di Bandara SMB II, kecepatan tersebut juga dimanfaatkan para pebisnis dan pelancong untuk rapat daring sebelum penerbangan.
Konektivitas yang merata ini menjadi fondasi utama transformasi digital di Palembang.
UMKM Talang Kelapa: Dari Takut Live hingga Kewalahan Order
Dampak paling nyata terasa pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah. Mashitoh Andriani, (36) tahun, pedagang jajanan kekinian di Perumahan Talang Kelapa, Palembang, mengaku sempat ragu berjualan daring.
“Alasannya klasik: sinyal putus-putus, gambar buram, kuota cepat habis. Malu sama pembeli. Lagi menjelaskan varian, tiba-tiba macet. Pembeli kabur,” kenangnya.
Keraguannya hilang setelah jaringan 5G Tri menjangkau wilayahnya. Kini, Mashitoh rutin melakukan siaran langsung selama tiga jam setiap sore menggunakan paket data terjangkau.
“Hasilnya berbeda. Gambar jernih, pesan pembeli masuk terus. Sekarang, sebelum Magrib tiba dagangan sudah ludes terjual. Dulu saat Magrib masih banyak sisa, sekarang saya kewalahan melayani pembeli,” tuturnya.
Data internal Tri pada Kuartal I 2026 menunjukkan fenomena serupa. Sebanyak 68 persen pelanggan UMKM di Palembang memanfaatkan kuota untuk live commerce dan marketplace.
Rata-rata omzet mereka naik 35 persen setelah bermigrasi ke jaringan 5G.
Kunci: Konektivitas Cepat dan Terjangkau
Head of Circle Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, menegaskan bahwa Tri dirancang untuk kebutuhan anak muda dan UMKM.
“Kami tidak ingin warga memilih antara cepat atau murah. Target akhir 2026, 90 persen wilayah Palembang terlayani 5G melalui penambahan 120 Base Transceiver Station baru,” jelasnya.
Selain infrastruktur, literasi digital juga digencarkan. Melalui program “Tri Digital Class” yang berjalan sejak Januari 2026, lebih dari 1.200 UMKM dan pelajar di Palembang telah dilatih mengenai efisiensi kuota, keamanan transaksi daring, hingga strategi agar siaran langsung masuk ke halaman For You Page.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang, Adi Zahri menilai kolaborasi ini selaras dengan visi “Palembang Smart City”.
“Ketika UMKM kuliner kekinian dapat meningkatkan pesanan melalui siaran langsung, artinya mereka naik kelas. Ini adalah digitalisasi yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat bawah,” katanya.
Internet: Dari Biaya menjadi Modal
Kini, internet di Palembang telah bertransformasi. Dari sekadar biaya bulanan, ia telah menjadi “modal” utama penggerak ekonomi.
Dari panggung virtual di Jembatan Ampera hingga dapur produksi di Talang Kelapa, konektivitas cepat, stabil, dan terjangkau terbukti menggerakkan roda ekonomi kota pempek.
Editor : Muhardi Asnz
–







