Viva Sumsel

 Breaking News
  • CBR Series Melesat Kencang, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil kencang pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026....
  • Zuri Hotel Management Himpun 600 Lebih Kantong Darah  VIVA SUMSEL.COM,  PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni 2026, Zuri Hotel Management bersama seluruh hotel yang berada di bawah naungannya secara serentak...
  • 2 Rider AHRT Naik Podium Race 1 ARRC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampilkan performa positif pada Race 1 Putaran 3 Asia Road Racing Championship 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Sabtu (13/6/2026). Skuad...
  • Astra Honda Gaspol Penuh di AARC Motegi 2026 VIVA SUMSEL.COM  JAKARTA – Astra Honda Racing Team (AHRT) optimis melesat kencang di putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Mengandalkan keunggulan lini CBR series yaitu CBR250RR, CBR600RR, dan...
  • EA Sport Prediksi Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026 VIVA SUMSEL.COM, JAKARTA – Perusahaan game kenamaan, EA Sports, rutin membuat prediksi juara kompetisi sepak bola Piala Dunia setiap empat tahun sekali sejak 2010 lalu. Menariknya, setiap prediksi yang dirilis...

Tantangan Pengusaha Sawit Kini Beralih Pada Isu Sosial

Tantangan Pengusaha Sawit Kini Beralih Pada Isu Sosial
Desember 08
16:32 2016

VIVA SUMSEL.COM – Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit cukup besar. Saat ini, luas areal perkebunan kelapa sawit di Sumsel mencapai 1,1 juta hektar dengan kepemilikan 45 persen petani kebun.

Hal itu dikatakan Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Joko Imam Santosos dalam sambutanya saat melantik pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sumsel di Hotel Arista Palembang, Kamis (8/12) Dijelaskannya saat  ini perkebunan kelapa sawit di Sumsel telah memberikan kontribusi besar dalam mensejahterahkan masyarakat.

“Capaian produksi CPO pertahunnya mencapai 2,85 juta ton, dan ini didukung oleh keberadaan pabrik pengolahan kepala sawit sebanyak 62 unit, dengan kapasitas terpasang 3,235 ton TBS per jam,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Joko, keberadaan kelapa sawit di Sumsel telah memberikan kontribusi besar dalam mensejahterakan rakyat. “Perkebunan kelapa sawit telah berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, pengembangan wilayah, perbaikan lingkungan pada lahan kritis dan penyediaan bahan baku bagi pemenuhan kebutuhan pangan dan non pangan,” tambahnya.

Joko juga mengatakan, Pemprov Sumsel juga tengah mempersiapkan hilirisasi minyak sawit di kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-api.

“Dengan hilirisasi ini diharapkan Sumsel tidak hanya akan mengekspor produk CPO, tetapi juga produk turunannya seperti minyak goreng, mentega, deterjen, sabun, shampo, biodiesel, pelumas, biogas, bioetanol dan biolistrik. Semua bentuk industri sawit tersebut tentunya akan disertai dengan prinsip tata kelola sawit yang berkelanjutan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua GAPKI Sumatera Selatan, Hary Hartanto, mengungkapkan, Isu kerusakan lingkungan dan kesehatan yang disebabkan perkebunan kelapa sawit tidak lagi menjadi isu sentral dalam tantangan industri CPO melainkan dihadapkan pada isu sosial yang diakui mengancam keberlangsungan industri kelapa sawit.

Dihadapan para awak media, Harry mengatakan, isu eksploitasi anak dalam industri perkebunan dianggap tidak masuk akal. Keberadaan anak-anak di perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu bentuk kultur sosial masyarakat pedesaan yang membawa anaknya dalam bekerja dikebun.

“Masyarakat kita dipedesaan kan kebiasaannya membawa anak dalam bekerja seperti anak petani pergi ke sawah atau anak petani karet ikut ke kebun. Ini disalahgunakan dengan foto anak dikebun sawit yang seolah-olah dipekerjakan,” ujar Harry

Menurut Harry, isu negatif yang ditujukan pada usaha perkebunan kelapa sawit tidak lepas dari campur tangan pihak asing untuk mencegah berkembangnya peningkatan produksi CPO yang memiliki peran signifikan dalam mendorong perekonomian nasional. Oleh karena itu, GAPKI terus akan memberikan sosialisasi untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat untuk menangkal isu negatif yang semakin berkembang. (anz)

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Banner PARTNERSHIP