Parcel Aman, Tahu Berformalin Dan Kue Kering Kedaluarsa
VIVA SUMSEL.COM, Palembang – Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama BPOM Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Hypermart dan Transmart, Jalan Radial Palembang, Senin (4/6/). Sidak dilakukan sebagai upaya mengantisipasi beredarnya makanan dan minuman kedaluarsa
Kepala Dinas Perdagangan, Provinsi Sumatera Selatan, Yustianus mengatakan Sidak merupakan kegiatan rutinitas tahunan jelang lebaran sebagai bentuk pencegahan sekaligus pengawasan.
“Moment jelang lebaran ini memang diperlukan yang namanya sidak khususnya di sentra-sentra penjualan parcel seperti mall-mall maupun pusat perbelanjaan, seperti yang kami lakukan hari ini dengan menggelar sidak di Transmart,” ucapnya.
Lanjutnya, berdasarkan sidak yang dilakukan tidak ditemukan satupun produk parcel kedaluarsa namun ditemukan tahu berformalin dan kue kering yang sudah kedaluwarsa.
“Kalau parcel tidak ada, tapi tadi kami menemukan tau berformalin dan kue kering yang kedaluarsa, selain disini kita juga akan menggelar sidak ditempat lain namun tergantung keadaan,” ungkapnya.
Kepada masyarakat ia meminta untuk berhati-hati dalam membeli parcel apalagi jelang lebaran banyak yang menawarkan parcel tapi tidak terjamin kualitasnya.
“Jangan tergiur dengan harga murah namun justru membahayakan kesehatan,” pesannya
Senada dengan yang disampaikan Yustianus, Sekda Pemprov Sumsel, Nasrun Umar berkata Sidak merupakan agenda rutin tahunan khususnya jelang lebaran.
“Kita ingin memastikan bahwa produk-produk yang dijual aman dan tidak berbahaya,” ucapnya.
Ia menerangkan data tahun lalu, makanan berformalin di Sumsel sudah berkurang dimana tahun ini sekitar 17,8 persen sedangkan tahun lalu 37 persen
“Nah untuk Palembang sendiri persentasenya cukup tinggi mencapai 20 persen. Hal tersebut dikarenakan produksi mie dan tahu fokusnya di Palembang.
Store GM Transmart, Cekly Anggono Raras mengatakan, terkait adanya temuan produk kue kering yang kedaluarsa pihaknya akan memperketat produk-produk tahu dan kue kering yang masuk disini.
“Tadi saya lihat di salah satu kemasan kue kering barcodenya ditempel dibelakang, harusnya di depan biar kelihatan, hal seperti ini nanti kita komunikasikan lagi dengan produsennya agar masyarakat bisa melihat dengan jelas tanggal izin edarnya,” tutupnya. (anz)









There are no comments at the moment, do you want to add one?
Write a comment