Terkesan Pencitraan, Perahu Bebek Diturunkan Hanya Untuk Sesi Pemotretan
VIVA UMSEL.VOM, Semende – setelah sebelumnya sempat memberikan harapan baru kembali dibukanya Objek wisata di Tebat Mandian, hingga hari ini, Minggu (16/2) tidak tampak kegiatan sebagaimana layaknya Objek wisata di kawasan Tebat Mandian dan fasilitas yang ada hanya diturunkan untuk sesi pemotretan.
Salah seorang warga Desa Muara Tenang, biasa dipanggil Midil saat dimintai komentarnya, Minggu (16/2) mengungkapkan, setelah kembali beredarnya berita objek wisata di Tebat Mandian, hingga pada akhir pekan minggu ini aktivitas sebagaimana layaknya Objek wisata di Tebat Mandian tidak tampak sama sekali.
“Sebagai masyarakat Desa Muara Tenang yang kebetulan berdiam kurang dari 100 meter dari Tebat Mandian, sejak pagi tidak terlihat adanya aktivitas di Tebat Mandian sebagai sebuah tempat wisata, suasana masih terlihat seperti biasa, tidak tampak petugas pengelola ataupun pengunjung bahkan perahu bebek yang menjadi icon masih berada di daratan,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai photo yang beredar di Media sosial (Medsos) yang menggambarkan sejumlah fasilitas objek wisata di Tebat Mandian, Midil menilai fasilitas tersebut hanya diturunkan pada moment-moment tertentu khususnya ketika sesi pemotretan diperlukan.
“Di Tebat Mandian ni dek bie (tidak ada) bebekan (perahu bebek) dek bie pule objek wisata, mpuk (meskipun) hari ni hari minggu (libur) dek tekinak (tidak terlihat) pengurus ataupun jeme nyubuk (pengunjung) ke sini, bebekannye saje ade (ada) di dahat (daratan) kalu perlu saje dituhunkah (diturunkan),” nilainya.
Salah seorang perantau asal Semende, Erland Evriansyah berpendapat, isu diberdayakannya objek wisata di Tebat Mandian patut didukung semua pihak dengan mempertimbangkan segala aspek yang terkait karena sangat potensial untuk kemajuan dan pertumbuhan ekonomi desa Muara Tenang.
“Semua aspek terkait Tebat Mandian perlu dikaji sebelum diputuskan menjadi objek wisata, misalnya keberadaan Tebat Mandian sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bangunan Masjid Al Kausar Desa Muara Tenang, keberadaan budidaya ikan di Tebat Mandian dan sejumlah aspek lainnya,” pendapatnya.
Erland Evriansyah menyarankan, pihak Pemerintah desa Muara Tenang sebaiknya meminta saran dan pendapat Datuk, tokoh agama, pemangku adat dan pihak terkait lainnya sebelum memutuskan pemberdayaan, dengan demikian apapun bentuk pemberdayaannya tidak akan menimbulkan polemik yang berkepanjangan. (Novlis Heriansyah)









There are no comments at the moment, do you want to add one?
Write a comment