Gen LIMAS Gelar Training of Trainers, Perkuat Peran Sebagai Agent of Change
VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Gen LIMAS kembali menyelenggarakan program pengembangan internal bertajuk Training of Trainers (ToT) x Sekolah Gen LIMAS 6.0 dengan tema “Menguatkan Peran Gen LIMAS sebagai Agent of Change melalui Literasi Keuangan dan Keterampilan Edukasi” Jumat (08/05/2026) di auditorium Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan.
Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Gen LIMAS bersama dengan para narasumber yaitu Abdul Muin Akmal Padang selaku Asisten Direktur Madya Perilaku PUJK, EPK OJK Provinsi Sumatera Selatan, Marissa Deviantara selaku Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, EPK OJK Provinsi Sumatera Selatan dan Nayla Khairunisa selaku Alumni Presiden Gen LIMAS 2025.
Berdasarkan data BPS, persentase penduduk Indonesia yang menggunakan internet telah mencapai lebih dari 66% pada tahun 2024.
Namun, tingginya akses digital belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami pengelolaan keuangan digital secara bijak.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital dapat menjadi tantangan apabila tidak disertai pemahaman literasi keuangan yang memadai.
Melalui ToT x Sekolah Gen LIMAS 6.0, Gen LIMAS hadir sebagai Agent of Change yang berperan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda melalui edukasi yang interaktif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Acara ini dapat menjadi wadah pengembangan kapasitas anggota Gen LIMAS dalam membangun masyarakat yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan di era modern.
Acara diawali dengan adanya kata sambutan oleh M. Febrin Abiyyu Ilyasa selaku Presiden Gen LIMAS 2026.
ia berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan ilmu serta pengalaman yang didapat untuk meningkatkan kemampuan edukasi dan berkontribusi secara aktif dalam menyampaikan literasi keuangan kepada masyarakat melalui program-program Gen LIMAS.
“Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi investasi berharga bagi anggota Gen LIMAS sebagai bekal dalam menghadapi berbagai program Gen LIMAS ke depannya.”, Ucap Febrin.
Sementara itu, Abdul Muin Akmal Padang dalam sambutanya mengemukakan rendahnya literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Selatan, dengan kesenjangan 22,26% di bawah rata-rata nasional, dapat memicu perilaku konsumtif seperti penggunaan paylater impulsif dan pinjaman online berbunga tinggi.
“Maka dari itu, pengelolaan keuangan perlu dijadikan lifestyle agar masyarakat lebih bijak dan paham finansial”, Ucap Abdul.
Ia juga menyoroti pentingnya penyampaian edukasi yang interaktif dan menarik agar literasi keuangan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh generasi muda maupun masyarakat luas.
Dalam sesi Chat Talkshow, salah satu narasumber ToT x Sekolah Gen LIMAS 6.0, Marissa Deviantara sebagai Manajer Divisi Pengawasan PUJK, EPK OJK Provinsi Sumatera Selatan menekankan bahwa keberanian untuk memulai merupakan langkah awal dalam membangun kebiasaan positif, termasuk dalam meningkatkan literasi keuangan.
“Mulai memberanikan diri dengan keterpaksaan dan dilanjutkan dengan kebiasaan.”, Ujarnya.
Marissa menjelaskan bahwa kesejahteraan diri dapat dicapai melalui perencanaan finansial yang tepat, diawali dengan kesadaran dalam memahami serta mengelola pendapatan secara baik.
Ia turut mengingatkan pentingnya sikap tanggung jawab dalam berhutang dengan memastikan pinjaman sesuai kebutuhan serta memiliki kemampuan untuk mengembalikannya.
Langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat adalah dengan menerapkan prinsip 2L
(Legal dan Logis) serta mengubah pola pikir pengelolaan keuangan menjadi disisihkan, bukan disisakan.
Tidak hanya itu, Marissa mengimbau peserta agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial karena dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dilanjutkan oleh Alumni Presiden Gen LIMAS 2025, Nayla Khairunisa menyampaikan bahwa hal yang paling penting dalam sebuah organisasi adalah menjaga culture atau budaya organisasi, terutama ketika berada dalam situasi yang tidak kondusif.
Ia juga menekankan bahwa besarnya influence yang dimiliki seseorang terhadap lingkungan sekitar dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan dampak positif, membangun semangat kolaborasi dan mendorong perubahan yang lebih baik di masyarakat.
“Everybody dream a supportive loving safe environment. Yet, nobody realize that kind of environment starts within YOU”, Ungkap Nayla.
Hal ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolis cinderamata sekaligus sesi foto bersama.
Antusiasme anggota Gen LIMAS terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam menjawab berbagai pertanyaan pre-test dan post-test dari materi yang disampaikan oleh Marissa Deviantara.
Keaktifan ini menunjukkan bahwa mereka memahami dan memperhatikan materi dengan baik selama kegiatan berlangsung.
Dalam upaya berkelanjutan, Gen LIMAS berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa sebagai bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan, terutama mengelola keuangan lebih bijak dan tepat sasaran di kalangan Zillenial.
Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di media sosial Instagram Gen LIMAS secara langsung yaitu @gen.limas.
Editor : Muhardi Aanz







