Tri Hemat, Sinyal Lancar 5G, Indosat Dongkrak Produktivitas UMKM Palembang
VIVA SUMEL.COM, PALEMBANG – Dari seberang ilir ke seberang ulu, ritme harian warga Palembang kini tak lepas dari gawai.
Ponsel pintar bukan lagi sekadar alat komunikasi, tapi jadi “karyawan kedua” yang membantu urusan kerja, jualan, sampai bayar parkir.Pagi Dimulai dari Notifikasi, Bukan Alarm
Rata-rata warga Palembang mulai hari pukul 05.30–06.00. Tapi yang pertama dicek bukan jam, melainkan notifikasi WhatsApp dan Instagram.
Bagi pelaku UMKM, 30 menit pertama setelah bangun dipakai buat balas chat customer, cek pesanan Shopee/Tokopedia, dan update stok lewat Google Sheet.
“Kami buka toko jam 07.30, tapi jam 6 pagi chat sudah masuk. kalau terlambat respon 10 menit, customer bisa pindah ke toko lain,” kata Yenni (46), pemilik brand pempek “Cek Molek” Jalan Kapten A. Rivai Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang. Yenni mengaku 70% omzetnya sekarang datang dari DM Instagram dan WhatsApp Business, bukan lagi walk-in ke toko. Kalua sudah menjelang siang waktunya produksi + Live + Delivery.
Menjelang siang, produktivitas digital warga Palembang naik. UMKM kuliner memanfaatkan jam istirahat kantor buat live TikTok/IG.
Sementara UMKM jasa seperti jasa cuci AC, jahit, atau dekorasi pakai Google Maps + WhatsApp untuk atur jadwal.
Yudi, (37), penyedia jasa cuci AC panggilan drngan akiivitas mobile menjemput permintaa mengungkapkan sebelum adanya gawai komunikasi dari konsumen minim sekali hal ini tentu berimbas pada jumlah permintaan namun sekarang sudah berbeda. Cukup kirim WA, share foto lokasi lalu meluncur ke tempat pelanggan.
“Kami datangi pelanggan. Kami bergerak hanya berdua saja, masing- masing dari kami pegang 1 HP. Kami handle 5-10 booking sehari, soal pembayaran pun kami tak membatasi mau pakai digital (QRIS) atau e-wallet juga tidak apa-apa taupun tunai juga kami terima,”imbuhnya
Dukungan Jaringan: Tri yang Lebih Hemat, Sinyal Lancar dengan Jaringan Indosat 5G
Meningkatnya aktivitas digital ini tak lepas dari dukungan infrastruktur jaringan. Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri terus memperluas cakupan jaringan 5G di Palembang agar masyarakat dan UMKM bisa beraktivitas digital tanpa hambatan.
“Kami memahami kebutuhan UMKM yang harus online 24 jam, mulai dari balas chat customer sampai live jualan. Karena itu Tri hadir dengan paket data hemat dan jaringan 5G yang stabil di titik-titik keramaian seperti Pasar 16 Ilir, Jakabaring Sport City, hingga kawasan industri Alang-Alang Lebar. Tujuannya satu, memastikan setiap pelaku usaha di Palembang bisa produktif, hemat, dan tetap terhubung tanpa buffering,” ujar EVP-Head of Circle Sumatera, Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio. Jumat (03/07/2026).
Jaringan 5G Indosat kini sudah menyasar pusat bisnis dan area UMKM padat. Ini membantu UMKM seperti Yenni yang butuh upload video produk cepat, atau Yudi yang harus share lokasi real-time ke customer.
Agus menjelaskan untuk menunjang kebutuan internet, Tri memiliki paket Happy dengan kuota besar dan harga hemat, mulai dari Perdana Happy Kuota 7 GB seharga Rp12.000, Kuota 10 GB seharga Rp15.000, Kuota 15 GB seharga Rp25.000, hingga Isi Ulang Happy mulai dari Rp6.000.
Setiap pembelian produk Happy juga dilengkapi fitur Tri AI: Anti Spam dan Scam untuk membantu pelanggan tetap aman dari ancaman spam dan penipuan.
Malam: Waktu Belajar dan Kembangkan Usaha
Usai magrib, gawai beralih fungsi jadi kelas gratis. Banyak UMKM Palembang ikut webinar Shopee, nonton tutorial editing CapCut, atau gabung grup Telegram komunitas pebisnis Sumsel.
Yenny menerangkan, usaha kuliner pempek sudah dirintisnya sejak tahun 2015. Untuk penguatan pangsa pasar usahanya telah menggunaka berbagai platfom media sosial seiring perkembangan jaman,
“Sebagai seorang entrepreneur saya mesti belajar dan belajar terus apalagi zaman digital seperti saat ini, banyak dari kanal-kanal media yang bisa kita ambil ilmu dari situ, misalnya cara packing, sekarang pangsa pasar pempek Cek Molek makin meluas ke berbagai kota-kota di Indonesia,”tuturnya bercerita,
Tantangan di Balik Layar
Digitalisasi tak selalu mulus ada tiga kendala utama yang dirasakan UMKM Palembang yaitu jaringan terutama di area pinggiran seperti Sako, Talang Kelapa masih sering sinyal naik-turun, ganggu live jualan.
Banyak pelaku usaha usia 40+ masih bingung bedain akun pribadi dan akun bisnis.
Tingkat Persaingan harga semakin sengit, marketplace bikin perang harga. UMKM lokal harus putar otak membuat branding lewat konten, bukan cuma jual murah.
Kehidupan digital Palembang 2026 menunjukkan pola unik, teknologi dipakai bukan untuk gaya-gayaan, tapi murni buat efisiensi dan bertahan.
Dari tukang pempek sampai penyedia jasa AC, semua sekarang “melek HP”. Tantangan ke depan bagaimana Pemkot dan komunitas bisa mengakomodir dengan pelatihan digital gratis yang praktis, bukan teori, supaya UMKM kecil tak tertinggal.
Editor : Muhardi Aanz







