Viva Sumsel

 Breaking News

Gubernur Herman Deru Dorong Hilirisasi Kelapa, Ekspor Produk Olahan Sumsel Tembus Pasar Dunia

Gubernur Herman Deru Dorong Hilirisasi Kelapa, Ekspor Produk Olahan Sumsel Tembus Pasar Dunia
April 29
10:58 2026

VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan daerah guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar global.

Hal ini disampaikannya saat pelepasan ekspor produk turunan kelapa di Pelabuhan Boom Baru, Selasa (28/4/2026), yang dirangkaikan dengan pelantikan Basnom EEXIM BPD HIPMI Sumsel.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor ekspor dan kewirausahaan.

Ia menekankan bahwa anak muda harus diberi ruang dan tantangan agar mampu berkembang, bukan hanya difasilitasi secara pasif.

Menurutnya, pola pikir yang meragukan kemampuan generasi muda perlu diubah dengan memberikan kepercayaan dan kesempatan yang lebih luas.

Gubernur juga menyoroti target program Sultan Muda yang masih perlu dipacu. Dari target 100 ribu, saat ini baru tercapai sekitar 9.020 orang.

Ia mendorong HIPMI Sumsel untuk membuka akses lebih luas, tidak hanya bagi pelaku usaha yang sudah berjalan, tetapi juga bagi generasi muda yang memiliki potensi dan ide besar.

“Berikan ruang khusus bagi anak muda, bukan untuk memanjakan, tetapi agar mereka termotivasi menjadikannya sebagai tantangan,” tegasnya.

Program Sultan Muda, lanjutnya, kini mulai menunjukkan hasil nyata dengan dukungan berbagai pihak, termasuk OJK.

“Bukan angkanya yang membuat kita bangga, tetapi kinerja dan langkah nyata anak muda dalam melihat peluang global,” ujarnya.

Herman Deru juga menyoroti potensi komoditas kelapa dan lada hitam yang belum dimaksimalkan. Dengan pertumbuhan kelapa yang masih sekitar 0,38 persen per tahun, diperlukan inovasi dan intensifikasi agar Sumsel tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga produk olahan bernilai tambah.

Pada kesempatan tersebut, ekspor dilepas dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar, meliputi choconut chips, arang tempurung kelapa, lada hitam, serta kerupuk olahan dengan tujuan Tiongkok, Taiwan, dan Prancis.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, melalui N. Prayatno Ginting, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas dan kelayakan produk ekspor. Ia menyebut tren ekspor Sumsel terus meningkat meski di tengah tantangan global.

Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong akses pembiayaan dan literasi keuangan bagi UMKM serta program Sultan Muda, yang saat ini telah melibatkan lebih dari 9.020 anak muda.

“Kami mendorong agar pelaku usaha muda dapat naik kelas dan bersaing di pasar global,” katanya.

Ketua BPD HIPMI Sumsel, Puri Andamas, menyatakan bahwa capaian ekspor ini merupakan bukti kemampuan anak muda dalam membuka peluang pasar internasional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sultan Muda X Xpora 2026 yang bertujuan mempercepat pertumbuhan wirausaha muda berbasis ekspor dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas jangkauan produk lokal ke pasar global.

 

Editor : Muhardi Aanz

Share

About Author

redaksi Viva Sumsel

redaksi Viva Sumsel

Related Articles

Email Subcribers

Loading

MEDIA PATHNER

BANNER PARTNERSHIP

iklan

Kalender

April 2026
S S R K J S M
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Banner PARTNERSHIP